Pandemi Tuntut Orang Tua Jalankan Peran Guru dan Peran lain yang Dibutuhkan Anak
Muhajirin
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:19 WIB
Ilustrasi Ibu mendampingi anak belajar di rumah (foto: langit7.id/istock)
Pakar Pengasuhan Anak Irwan Rinaldi atau akrab disapa Ayah Irwan, menilai pandemi Covid-19 memiliki tantangan tersendiri bagi para orang tua. Sebab pandemi berikut pembelajaran jarak jauh membuat anak cemas, sedih hingga mengalami learning loss.Sehingga peran orang tua mau tidak mau harus bertambah.
Menurutnya, saat covid-19 mewabah di Tanah Air, ada dua perubahan besar yang dialami anak-anak yakni perubahan pembelajaran dan perubahan pengasuhan. Dua perubahan ini bisa berdampak positif dan negatif, bergantung pada cara orang tua dalam menyikapinya.
“Perubahan pembelajaran, ini perubahan yang sangat signifikan. Ini berhubungan dengan sekolah anak. Anak anak tidak bisa bertemu dengan guru mereka di sekolah, padahal anak-anak pada masa sekolah itu membutuhkan moderator atau seorang mentor, di umur 9-14 tahun, tidak hanya membutuhkan ayah dan ibu, tapi butuh mentor yang lain,” papar Ayah Irwan dalam webinar yang disiarkan akun Youtube KemenPPPA, dikutip Selasa (3/8/2021).
Diluar peran orang tua, kebutuhan moderator maupun seorang mentor didapatkan di sekolah. Namun yang menjadi masalah, saat ini anak-anak tidak hanya libur satu dua hari saja, pembelajaran daring sudah berlangsung satu tahun lebih.
Selain itu, pembelajaran daring menyebabkan pola interaksi anak, orang tua dan guru menjadi rusak. Kadang, anak memiliki unek-unek yang tak bisa disampaikan kepada orang tua, sehingga disampaikan kepada guru. Namun hal itu tidak bisa dilakukan lantaran ada pandemi.
Di sisi lain, anak-anak juga mendapatkan beban lain dari segi akademik. Setiap hari mereka mendapatkan tugas yang menumpuk. Tak hanya dari satu guru, tapi dari semua guru mata pelajaran memberikan tugas berat. Ini dapat mengakibatkan stress akademik.
“Kalau di sekolah ada perubahan pembelajaran, di rumah ada perubahan pengasuhan. Dari data yang saya dapat, global parents survey, sebagian besar orang tua memang selama ini hanya menjadi penyedia fasilitas saja,” kata Ayah Irwan.
Menurutnya, saat covid-19 mewabah di Tanah Air, ada dua perubahan besar yang dialami anak-anak yakni perubahan pembelajaran dan perubahan pengasuhan. Dua perubahan ini bisa berdampak positif dan negatif, bergantung pada cara orang tua dalam menyikapinya.
“Perubahan pembelajaran, ini perubahan yang sangat signifikan. Ini berhubungan dengan sekolah anak. Anak anak tidak bisa bertemu dengan guru mereka di sekolah, padahal anak-anak pada masa sekolah itu membutuhkan moderator atau seorang mentor, di umur 9-14 tahun, tidak hanya membutuhkan ayah dan ibu, tapi butuh mentor yang lain,” papar Ayah Irwan dalam webinar yang disiarkan akun Youtube KemenPPPA, dikutip Selasa (3/8/2021).
Diluar peran orang tua, kebutuhan moderator maupun seorang mentor didapatkan di sekolah. Namun yang menjadi masalah, saat ini anak-anak tidak hanya libur satu dua hari saja, pembelajaran daring sudah berlangsung satu tahun lebih.
Selain itu, pembelajaran daring menyebabkan pola interaksi anak, orang tua dan guru menjadi rusak. Kadang, anak memiliki unek-unek yang tak bisa disampaikan kepada orang tua, sehingga disampaikan kepada guru. Namun hal itu tidak bisa dilakukan lantaran ada pandemi.
Di sisi lain, anak-anak juga mendapatkan beban lain dari segi akademik. Setiap hari mereka mendapatkan tugas yang menumpuk. Tak hanya dari satu guru, tapi dari semua guru mata pelajaran memberikan tugas berat. Ini dapat mengakibatkan stress akademik.
“Kalau di sekolah ada perubahan pembelajaran, di rumah ada perubahan pengasuhan. Dari data yang saya dapat, global parents survey, sebagian besar orang tua memang selama ini hanya menjadi penyedia fasilitas saja,” kata Ayah Irwan.