LANGIT7.ID - Pakar Pengasuhan Anak Irwan Rinaldi atau akrab disapa Ayah Irwan, menilai pandemi Covid-19 memiliki tantangan tersendiri bagi para orang tua. Sebab pandemi berikut pembelajaran jarak jauh membuat anak cemas, sedih hingga mengalami
learning loss. Sehingga peran orang tua mau tidak mau harus bertambah.
Menurutnya, saat covid-19 mewabah di Tanah Air, ada dua perubahan besar yang dialami anak-anak yakni perubahan pembelajaran dan perubahan pengasuhan. Dua perubahan ini bisa berdampak positif dan negatif, bergantung pada cara orang tua dalam menyikapinya.
“Perubahan pembelajaran, ini perubahan yang sangat signifikan. Ini berhubungan dengan sekolah anak. Anak anak tidak bisa bertemu dengan guru mereka di sekolah, padahal anak-anak pada masa sekolah itu membutuhkan moderator atau seorang mentor, di umur 9-14 tahun, tidak hanya membutuhkan ayah dan ibu, tapi butuh mentor yang lain,” papar Ayah Irwan dalam webinar yang disiarkan akun Youtube KemenPPPA, dikutip Selasa (3/8/2021).
Diluar peran orang tua, kebutuhan moderator maupun seorang mentor didapatkan di sekolah. Namun yang menjadi masalah, saat ini anak-anak tidak hanya libur satu dua hari saja, pembelajaran daring sudah berlangsung satu tahun lebih.
Selain itu, pembelajaran daring menyebabkan pola interaksi anak, orang tua dan guru menjadi rusak. Kadang, anak memiliki unek-unek yang tak bisa disampaikan kepada orang tua, sehingga disampaikan kepada guru. Namun hal itu tidak bisa dilakukan lantaran ada pandemi.
Di sisi lain, anak-anak juga mendapatkan beban lain dari segi akademik. Setiap hari mereka mendapatkan tugas yang menumpuk. Tak hanya dari satu guru, tapi dari semua guru mata pelajaran memberikan tugas berat. Ini dapat mengakibatkan stress akademik.
“Kalau di sekolah ada perubahan pembelajaran, di rumah ada perubahan pengasuhan. Dari data yang saya dapat, global parents survey, sebagian besar orang tua memang selama ini hanya menjadi penyedia fasilitas saja,” kata Ayah Irwan.
Mayoritas orang tua hanya menjadi penyedia fasilitas saja. Mulai dari fasilitator saat anak belajar di sekolah sampai mereka belajar daring. Namun sekarang, mau tidak mau, suka tidak suka, orang tua tidak boleh hanya menjadi penyedia fasilitas saja.
“Dari penyedia fasilitas, orang tua harus jadi pendamping, perawat, dan pembimbing. Pembimbing lima pilar parenting yakni spiritual, emosional, intelektual, sosial, dan fisikal,” ucap Ayah Irwan.
Poin ini yang banyak orang tua alpa. Saat ini, pada masa pandemi, orang tua harus menjadi pendamping, baik pendamping spiritual, emosional, intelektual, sosial, dan fisikal. Saat menjadi pendamping spiritual, ayah harus berdiskusi dengan anak mengenai ibadah dan hal yang membuat spiritual mereka meningkat.
“Mungkin selama ini, sebagian kecil, orang tua menyerahkan pendampingan spiritual kepada lembaga yang lain. Sekarang tidak bisa lagi, karena ayah ada di rumah, ibu ada di rumah, dan anak anak ada di rumah,” tutur Ayah Irwan.
Demikian pula dalam membimbing emosional anak. Kecerdasan emosional akan berkembang dengan luar biasa pada saat anak berusia PAUD, TK, SD, dan SMP. Para pakar parenting mengatakan, jika seseorang ingin menjadikan kecerdasan emosional anak hebat, maka harus dilakukan pada umur 0-15 tahun.
“Sekarang hampir setiap detik di depan mata para ayah terjadi momen emosional pada anak. Di era normal tidak didapatkan karena lebih banyak beraktivitas di luar. Pendamping emosional itu apa? Bagaimana anak itu diapresiasi ketika menyelesaikan tanggung jawabnya, dan lain sebagainya,” kata Ayah Irwan.
Ayah Irwan mengatakan, momen emosional itu datang tanpa diundang, kapan saja, di mana saja, tidak ada tanda-tanda. Maka orang tua harus siap-siaga. Misalnya saat anak menyampaikan ke orang tua tentang keberhasilan bangun pagi, tidak kencing lagi di tempat tidur, dapat peringkat baik di sekolah. Orang tua harus memberikan pendampingan emosional secara tepat, tentang cara memberi apresiasi kepada anak.
“Demikian pula pendamping intelektual, sosial, dan fisikal, mau tidak mau orang tua harus menjadi pendamping anak dalam belajar,” pungkas ayah Irwan.
(jqf)