Penuh Suka Duka, Pelajar Indonesia di Mesir Hampir Pulang Akibat Krisis
Jaja Suhana
Ahad, 29 Mei 2022 - 07:05 WIB
Universitas Al Azhar di Kairo Mesir. Foto: iStock/Langit7.
Menuntut Ilmu di Universitas Al Azhar Kairo Mesir tidaklah mudah. Seorang pelajar pasti mengalami suka duka selama di sana, ada yang gagal karena sulit mengikuti pelajaran bahkan ada yang hampir pulang dari Mesir gegara krisis ekonomi.
Hal itu dialami langsung oleh Guru Besar Majelis Pemulia Jenazah Indonesia (MPJI) Ustaz Syarif Radin. Krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998 membuat orang tuanya tak mampu mengirimkan uang lagi untuknya. Hingga ia mengalami kesulitan dalam ekonomi dan hampir kembali ke Tanah Air.
Namun ia berhasil survive lantaran kedermawanan masyarakat Mesir kala itu. Warga Arab-Mesir bahu-membahu membantu pelajar muslim yang terlantar di sana dengan memberikan bantuan untuk makan dan tempat tinggal.
Baca Juga:Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
"Di situ saya mulai merasakan Allah membukakan pintu keberkahan dan kemudahan bagi kami yang merasakan kesusahan di tahun-tahun itu bahwa berbagi itu segala-galanya," ujar Syarif Radin dalam program Apa Kabar Ustaz Langit7, Ahad (29/5/2022).
Syarif menjelaskan, selama empat bulan bertahan di Mesir, ia tidak lagi dapat makan nasi. Ia dan teman-temannya hanya makan roti yang diberikan oleh orang-orang dermawan Mesir.
"Kalau dibilang empat bulan kita nggak ketemu nasi, buat kita orang Indonesia kalau belum ketemu nasi, belum makan. Orang Mesir memberi kita roti-rotian, tapi itu rasanya kalau kata orang Betawi di perut belum nendang," katanya.
Hal itu dialami langsung oleh Guru Besar Majelis Pemulia Jenazah Indonesia (MPJI) Ustaz Syarif Radin. Krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998 membuat orang tuanya tak mampu mengirimkan uang lagi untuknya. Hingga ia mengalami kesulitan dalam ekonomi dan hampir kembali ke Tanah Air.
Namun ia berhasil survive lantaran kedermawanan masyarakat Mesir kala itu. Warga Arab-Mesir bahu-membahu membantu pelajar muslim yang terlantar di sana dengan memberikan bantuan untuk makan dan tempat tinggal.
Baca Juga:Ustaz Abdul Somad Bukan Hanya Penceramah, Tapi Juga Seorang Profesor
"Di situ saya mulai merasakan Allah membukakan pintu keberkahan dan kemudahan bagi kami yang merasakan kesusahan di tahun-tahun itu bahwa berbagi itu segala-galanya," ujar Syarif Radin dalam program Apa Kabar Ustaz Langit7, Ahad (29/5/2022).
Syarif menjelaskan, selama empat bulan bertahan di Mesir, ia tidak lagi dapat makan nasi. Ia dan teman-temannya hanya makan roti yang diberikan oleh orang-orang dermawan Mesir.
"Kalau dibilang empat bulan kita nggak ketemu nasi, buat kita orang Indonesia kalau belum ketemu nasi, belum makan. Orang Mesir memberi kita roti-rotian, tapi itu rasanya kalau kata orang Betawi di perut belum nendang," katanya.