Adian Husaini: Pengiriman Da'i ke Pedalaman Merupakan Langkah Strategis
Redaksi
Ahad, 29 Mei 2022 - 08:10 WIB
Dai Dewan Dakwah membina masyarakat pedalaman dan perbatasan. Foto: Istimewa.
Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Dr Adian Husaini mengatakan selama ini Dewan Da'wah dikenal sebagai lembaga yang konsen dakwah di pedalaman. Hal ini disampaikan Adian saat memberikan sambutan pada Haflah dan Silaturahim Idul Fitri 1443 Hijriah di aula Masjid Al Furqan Dewan Da'wah, Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2022).
Menurut Adian, meski saat ini banyak lembaga Islam yang juga turut berdakwah di pedalaman, tetapi hal ini tidak membuat Dewan Da'wah kehilangan ciri khasnya. Dewan Da'wah akan terus identik sebagai lembaga pendidikan dan dakwah pedalaman.
"Itu banyak sekali organisasi-organisasi Islam, lembaga-lembaga yang terjun dakwah di daerah pedalaman. Tapi dakwah di pedalaman tidak bisa lepas dari Dewan Da'wah. Sudah 50 tahun lebih Dewan Da'wah menjalankan dakwah di pedalaman," kata Adian.
Baca Juga:Kemenag Bersama Dewan Dawah Resmikan Kampung Zakat di Morowali
Dikatakan Adian, langkah para pendiri Dewan Da'wah mengirim dai-dai ke daerah pedalaman merupakan langkah strategis. Apalagi saat ini dilanjutkan dengan pola kaderisasi yang tersistem di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir.
"Alhamdulillah, STID Mohammad Natsir sudah berkiprah 20 tahun lebih. Sudah meluluskan lebih dari 700 dai tingkat S1. Sekarang kita masih mendidik 885 kader dai tingkat S1," jelas Adian.
Adian melanjutkan, STID Mohammad Natsir ini bisa disebut sebagai satu-satunya pusat kaderisasi dakwah nasional untuk tingkat S1. Bahkan, keberadaan dan kiprah STID Mohammad Natsir mendapat apresiasi dari YADIM, yayasan dakwah yang berada di bawah pemerintahan Malaysia.
Menurut Adian, meski saat ini banyak lembaga Islam yang juga turut berdakwah di pedalaman, tetapi hal ini tidak membuat Dewan Da'wah kehilangan ciri khasnya. Dewan Da'wah akan terus identik sebagai lembaga pendidikan dan dakwah pedalaman.
"Itu banyak sekali organisasi-organisasi Islam, lembaga-lembaga yang terjun dakwah di daerah pedalaman. Tapi dakwah di pedalaman tidak bisa lepas dari Dewan Da'wah. Sudah 50 tahun lebih Dewan Da'wah menjalankan dakwah di pedalaman," kata Adian.
Baca Juga:Kemenag Bersama Dewan Dawah Resmikan Kampung Zakat di Morowali
Dikatakan Adian, langkah para pendiri Dewan Da'wah mengirim dai-dai ke daerah pedalaman merupakan langkah strategis. Apalagi saat ini dilanjutkan dengan pola kaderisasi yang tersistem di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir.
"Alhamdulillah, STID Mohammad Natsir sudah berkiprah 20 tahun lebih. Sudah meluluskan lebih dari 700 dai tingkat S1. Sekarang kita masih mendidik 885 kader dai tingkat S1," jelas Adian.
Adian melanjutkan, STID Mohammad Natsir ini bisa disebut sebagai satu-satunya pusat kaderisasi dakwah nasional untuk tingkat S1. Bahkan, keberadaan dan kiprah STID Mohammad Natsir mendapat apresiasi dari YADIM, yayasan dakwah yang berada di bawah pemerintahan Malaysia.