Waspada Perundungan, Psikolog: Dominasi Pelaku terhadap Korban
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 30 Mei 2022 - 16:04 WIB
Ilustrasi perundungan di lingkungan sekolah. Foto: Mikhail Nilov/Pexels
Kasus bullying atau perundungan kerap terjadi di lingkungan pendidikan seperti sekolah atau perguruan tinggi. Psikolog di Student Mental Health and Well-being Support (SMHWS) Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dian Kusuma Hapsari mengatakan secara prinsip perundungan terjadi karena pelaku ingin menunjukkan dominasinya terhadap korban.
"Biasanya bullying paling banyak terjadi di lingkungan pendidikan, baik di universitas maupun di sekolah-sekolah asrama. Secara prinsip bullying itu terjadi karena pelaku ingin menunjukkan dominasinya terhadap korban," ucap Dian kepada Langit7, Sabtu (28/5/2022).
Baca juga: Peduli Pendidikan, 7 Artis Cantik Ini Dirikan Sekolah Gratis
Dian melanjutkan, praktek perundungan seperti di sekolah atau universitas disebabkan karena pelaku ini menunjukkan senioritasnya.
"Makanya banyak yang terjadi dilakukan oleh senior kepada juniornya. Terkadang mereka memanfaatkan momen ospek untuk dijadikan ajang bullying," kata Dian.
Selain itu menunjukkan statusnya, tujuan lain dari perundungan ini karena ingin diterima. Misal ada satu geng yang ketika masuk ke dalamnya mereka harus memenuhi syarat yakni melakukan bullying kepada orang-orang tertentu.
"Jadi ingin diterima oleh teman sebayanya yang di mana membawa pengaruh tidak baik untuknya," ucapnya.
"Biasanya bullying paling banyak terjadi di lingkungan pendidikan, baik di universitas maupun di sekolah-sekolah asrama. Secara prinsip bullying itu terjadi karena pelaku ingin menunjukkan dominasinya terhadap korban," ucap Dian kepada Langit7, Sabtu (28/5/2022).
Baca juga: Peduli Pendidikan, 7 Artis Cantik Ini Dirikan Sekolah Gratis
Dian melanjutkan, praktek perundungan seperti di sekolah atau universitas disebabkan karena pelaku ini menunjukkan senioritasnya.
"Makanya banyak yang terjadi dilakukan oleh senior kepada juniornya. Terkadang mereka memanfaatkan momen ospek untuk dijadikan ajang bullying," kata Dian.
Selain itu menunjukkan statusnya, tujuan lain dari perundungan ini karena ingin diterima. Misal ada satu geng yang ketika masuk ke dalamnya mereka harus memenuhi syarat yakni melakukan bullying kepada orang-orang tertentu.
"Jadi ingin diterima oleh teman sebayanya yang di mana membawa pengaruh tidak baik untuknya," ucapnya.