Dikaruniakan Kekayaan, Ustadz Adiwarman: Jangan Pelit
Mahmuda attar hussein
Kamis, 02 Juni 2022 - 16:30 WIB
Ilustrasi kekayaan. (Foto: Pixabay).
Sebagian umat dikaruniakan kekayaan oleh Allah SWT. Namun jangan sampai membuat mereka menjadi pelit, apalagi enggan mengeluarkan zakat, infak dan sedekahnya.
Ustadz Adiwarman Karim mengatakan, sayangnya terkadang umat terlalu pelit untuk sekadar mengeluarkan harta untuk sedekah. Parahnya lagi, pelit ini juga dialami oleh mereka baik yang kaya ataupun miskin.
"Jadi ini bukan kaya atau miskin, tapi lebih soal mental seseorang yang selalu merasa kekurangan. Seperti yang dijelaskan dalam surat at-Takatsur," katanya dikanal YouTube Smart Skill Skool, Kamis (2/6/2022).
Anggota Dewan Syariah Nasional MUI ini mengatakan, dalam surat at-Takatsur memang ada manusia yang memiliki sifat untuk selalu ingin menumpuk harta. Bahkan, hal itu dilakukan sampai mereka masuk ke dalam kuburnya.
Baca Juga: Pengertian Sedekah untuk Tubuh dengan Sholat Dhuha
"Ini bukan kaya dan miskin, tapi ini namanya mental miskin. Artinya, mereka yang kaya juga bisa mempunyai mental miskin," katanya.
Padahal, kata dia, untuk bisa memperoleh kebahagiaan adalah dengan membahagiakan orang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut.
Ustadz Adiwarman Karim mengatakan, sayangnya terkadang umat terlalu pelit untuk sekadar mengeluarkan harta untuk sedekah. Parahnya lagi, pelit ini juga dialami oleh mereka baik yang kaya ataupun miskin.
"Jadi ini bukan kaya atau miskin, tapi lebih soal mental seseorang yang selalu merasa kekurangan. Seperti yang dijelaskan dalam surat at-Takatsur," katanya dikanal YouTube Smart Skill Skool, Kamis (2/6/2022).
Anggota Dewan Syariah Nasional MUI ini mengatakan, dalam surat at-Takatsur memang ada manusia yang memiliki sifat untuk selalu ingin menumpuk harta. Bahkan, hal itu dilakukan sampai mereka masuk ke dalam kuburnya.
Baca Juga: Pengertian Sedekah untuk Tubuh dengan Sholat Dhuha
"Ini bukan kaya dan miskin, tapi ini namanya mental miskin. Artinya, mereka yang kaya juga bisa mempunyai mental miskin," katanya.
Padahal, kata dia, untuk bisa memperoleh kebahagiaan adalah dengan membahagiakan orang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut.