LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian umat dikaruniakan
kekayaan oleh Allah SWT. Namun jangan sampai membuat mereka menjadi pelit, apalagi enggan mengeluarkan zakat, infak dan
sedekahnya.
Ustadz Adiwarman Karim mengatakan, sayangnya terkadang umat terlalu pelit untuk sekadar mengeluarkan harta untuk sedekah. Parahnya lagi, pelit ini juga dialami oleh mereka baik yang kaya ataupun miskin.
"Jadi ini bukan kaya atau miskin, tapi lebih soal mental seseorang yang selalu merasa kekurangan. Seperti yang dijelaskan dalam surat at-Takatsur," katanya dikanal YouTube Smart Skill Skool, Kamis (2/6/2022).
Anggota Dewan Syariah Nasional MUI ini mengatakan, dalam surat at-Takatsur memang ada manusia yang memiliki sifat untuk selalu ingin menumpuk harta. Bahkan, hal itu dilakukan sampai mereka masuk ke dalam kuburnya.
Baca Juga: Pengertian Sedekah untuk Tubuh dengan Sholat Dhuha"Ini bukan kaya dan miskin, tapi ini namanya mental miskin. Artinya, mereka yang kaya juga bisa mempunyai mental miskin," katanya.
Padahal, kata dia, untuk bisa memperoleh kebahagiaan adalah dengan membahagiakan orang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut.
"Manusia paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim atau menjauhkan kesusahan darinya atau membayarkan utangnya atau menghilangkan laparnya. Sungguh, aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan.” (HR Thabrani).
Untuk bisa tetap terkoneksi dengan Allah, maka setiap muslim dianjurkan melakukan dzikir. Dengan melakukan dan membaca kalimat thoyyibah secara terus-menerus dan berulang.
"Ketika kita terus menjaga ini, maka konektivitas dengan Allah akan tetap terjaga," katanya.
Selain itu, masih ada lagi amalan yang bisa membuat seseorang semakin dekat dengan Tuhannya. Salah satunya dengan bersedekah.
"Tidak usah banyak-banyak, bisa mulai dari dua ribu perak atau hanya dengan senyum. Sebab sedekah mengajarkan umatnya untuk berbagi, bahwa sebetulnya setiap manusia itu sama terlepas apa pun agama ataupun latar belakangnya," katanya.
(bal)