Rasulullah Ajarkan Doa Ini Sebelum dan Saat Bangun Tidur
Ahmad zuhdi
Rabu, 04 Agustus 2021 - 04:25 WIB
Ilustrasi seorang ibu membisikkan doa-doa baik kepada anaknya yang tengah terlelap. Foto: Langit7.id/iStock
Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berdoa di saat mau tidur dan saat bangun. Rasulullah selalu berdoa sebelum tidur sebagai bagian dari adab.
Selain berdoa, Nabi menyempatkan diri untuk berwudhu atau bersuci sebelum tidur. Hal tersebut seperti yang tertulis dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'"
Ada beberapa macam doa sebelum tidur dan bangun tidur, yang diajarkan Nabi di antaranya:
1. Dari Hudzaifah R.a, berkata Nabi SAW apabila tidur di malam hari beliau meletakkan tangan kanan di bawah pipinya, kemudian berdoaAllahumma bismika amutu wa ahya, (Ya Allah! dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup), dan apabila beliau bangun berdoa Alhamdu lillahi al-ladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihi nusyuru, (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kembali). (H.R. Bukhari, 4: 100).
2. Dari Barra bin 'Azib r.a, berkata, Rasulullah SAW bersabda "Apabila kamu datang ke tempat tidur maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah ke sebelah kanan dan berdoalah Allahumma aslamtu nafsi ilaika wafawwadhtu amri ilaika wa aljatu zhahri ilaika rahbatan wa raghbatan ilaika la malja'a wala manja minka illa ilaika amantu bikitabika al-ladzi anzalta wa binabiyyika alladzi arsalta, (Ya Allah! aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku serahkan urusanku pada-Mu, kusandarkan punggungku pada-Mu dengan penuh harap dan cemas, tiada tempat bersandar dan tiada tempat berlindung dari murka-Mu kecuali kepada-Mu, kuimani kitabMu yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau utus). Maka jika kami diwafatkan ketika itu, niscaya kamu mati dalam keadaan fitrah/suci (Islam). Dan jadikanlah doa ini ucapanmu yang paling akhir (sebelum tidur)”. (H.R. Bukhari, 4: 99).
3. Dari Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata, "Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qul huwallahu ahad(surat Al Ikhlash), Qul a’udzu birobbil falaq(surat Al Falaq) dan Qul a’udzu birobbin naas(surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali." (HR. Bukhari nomor 5017).
Selain berdoa, Nabi menyempatkan diri untuk berwudhu atau bersuci sebelum tidur. Hal tersebut seperti yang tertulis dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'"
Ada beberapa macam doa sebelum tidur dan bangun tidur, yang diajarkan Nabi di antaranya:
1. Dari Hudzaifah R.a, berkata Nabi SAW apabila tidur di malam hari beliau meletakkan tangan kanan di bawah pipinya, kemudian berdoaAllahumma bismika amutu wa ahya, (Ya Allah! dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup), dan apabila beliau bangun berdoa Alhamdu lillahi al-ladzi ahyana ba'da ma amatana wa ilaihi nusyuru, (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kembali). (H.R. Bukhari, 4: 100).
2. Dari Barra bin 'Azib r.a, berkata, Rasulullah SAW bersabda "Apabila kamu datang ke tempat tidur maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah ke sebelah kanan dan berdoalah Allahumma aslamtu nafsi ilaika wafawwadhtu amri ilaika wa aljatu zhahri ilaika rahbatan wa raghbatan ilaika la malja'a wala manja minka illa ilaika amantu bikitabika al-ladzi anzalta wa binabiyyika alladzi arsalta, (Ya Allah! aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku serahkan urusanku pada-Mu, kusandarkan punggungku pada-Mu dengan penuh harap dan cemas, tiada tempat bersandar dan tiada tempat berlindung dari murka-Mu kecuali kepada-Mu, kuimani kitabMu yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau utus). Maka jika kami diwafatkan ketika itu, niscaya kamu mati dalam keadaan fitrah/suci (Islam). Dan jadikanlah doa ini ucapanmu yang paling akhir (sebelum tidur)”. (H.R. Bukhari, 4: 99).
3. Dari Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata, "Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qul huwallahu ahad(surat Al Ikhlash), Qul a’udzu birobbil falaq(surat Al Falaq) dan Qul a’udzu birobbin naas(surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali." (HR. Bukhari nomor 5017).