Tafsir Al Mulk Ayat 2: Allah Jadikan Hidup dan Mati sebagai Ujian
Jaja Suhana
Jum'at, 03 Juni 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Salah satu bukti keesaan Allah SWT, yakni menjadikan seseorang hidup dan mati dengan kadar waktu yang berbeda. Kehidupan dan kematian sejatinya merupakan cobaan dari Allah untuk melihat kualitas amal hamba-Nya.
Hal tersebut disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Al Mulk ayat dua:
الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Artinya: "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun."
Dalam tafsir Kemenag disebutkan bahwa salah satu bukti kekuasaan Allah SWT adalah menciptakan mati dan menentukan ajalnya. Allah menentukan kadar-kadarnya bagi yang hidup untuk menguji manusia, siapa yang paling baik amalnya.
Baca Juga:Masjid An Nur Dili, Saksi Bisu Penghormatan Masyarakat Timor Leste ke Umat Islam
Menurut Ibnu Katsir, lafaz 'amalan sebagai amalan yang yang baik (ahsan) ialah sebaik-baik amal bukan sebanyak-banyaknya amal. Artinya amal yang berkualitas lebih diutamakan ketimbang kuantitas dan banyaknya amalan.
Hal tersebut disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Al Mulk ayat dua:
الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Artinya: "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun."
Dalam tafsir Kemenag disebutkan bahwa salah satu bukti kekuasaan Allah SWT adalah menciptakan mati dan menentukan ajalnya. Allah menentukan kadar-kadarnya bagi yang hidup untuk menguji manusia, siapa yang paling baik amalnya.
Baca Juga:Masjid An Nur Dili, Saksi Bisu Penghormatan Masyarakat Timor Leste ke Umat Islam
Menurut Ibnu Katsir, lafaz 'amalan sebagai amalan yang yang baik (ahsan) ialah sebaik-baik amal bukan sebanyak-banyaknya amal. Artinya amal yang berkualitas lebih diutamakan ketimbang kuantitas dan banyaknya amalan.