Hikmah Peristiwa Kurban 2 Anak Nabi Adam: Berikan yang Terbaik
Mahmuda attar hussein
Ahad, 05 Juni 2022 - 17:30 WIB
Hewan kurban sapi untuk Idul Adha. (Foto: Istimewa).
Ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa kurban 2 anak Nabi Adam. Umat Islam diminta menyumbangkan yang terbaik untuk Allah SWT saat berkurban.
Syariat kurban sudah ada sejak zaman nabi sekaligus manusia pertama di muka bumi yakni Adam AS. Ketika itu terjadi konflik antara 2 anak Nabi Adam, Qabil dan Habil.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Nabiallah Adam AS meminta kedua putranya memberikan kurban. Habil yang merupakan peternak mengurbankan hewan ternak terbaiknya, sedangkan Qabil yang merupakan petani memberi kurban buah-buahan yang busuk.
Dai Nasional sekaligus Dewan Syariah ACT, Ustadz Amir Faishol Fath, menjelaskan Habil atau Qabil akan mendapatkan apa yang diinginkan setelah salah satu antara kurban mereka diterima oleh Allah SWT.
Baca Juga: Tips Beli Hewan Kurban Murah, Rp500.000 Bisa Dapat 1 Kambing
"Waktu itu kurban belum disyariatkan berupa kambing, sapi, atau unta, tetapi berupa penghasilan, sehingga Qabil berkurban buah-buahan sedangkan Habil mengurbankan domba," kata Ustadz Amir dalam keterangannya di laman ACT, Ahad (5/6/2022).
Qabil memilih buah-buahan yang busuk untuk kurban sedangkan Habil memilih domba yang terbaik. Kurban lalu diletakkan di atas bukit.
Syariat kurban sudah ada sejak zaman nabi sekaligus manusia pertama di muka bumi yakni Adam AS. Ketika itu terjadi konflik antara 2 anak Nabi Adam, Qabil dan Habil.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Nabiallah Adam AS meminta kedua putranya memberikan kurban. Habil yang merupakan peternak mengurbankan hewan ternak terbaiknya, sedangkan Qabil yang merupakan petani memberi kurban buah-buahan yang busuk.
Dai Nasional sekaligus Dewan Syariah ACT, Ustadz Amir Faishol Fath, menjelaskan Habil atau Qabil akan mendapatkan apa yang diinginkan setelah salah satu antara kurban mereka diterima oleh Allah SWT.
Baca Juga: Tips Beli Hewan Kurban Murah, Rp500.000 Bisa Dapat 1 Kambing
"Waktu itu kurban belum disyariatkan berupa kambing, sapi, atau unta, tetapi berupa penghasilan, sehingga Qabil berkurban buah-buahan sedangkan Habil mengurbankan domba," kata Ustadz Amir dalam keterangannya di laman ACT, Ahad (5/6/2022).
Qabil memilih buah-buahan yang busuk untuk kurban sedangkan Habil memilih domba yang terbaik. Kurban lalu diletakkan di atas bukit.