Fakta Baru, Sinar Biru Layar Gawai Tidak Merusak Mata
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 07 Juni 2022 - 07:03 WIB
Sinar biru dari layar gawai seringkali dituding menjadi penyebab kerusakan pada mata. Foto: Pexels.
Pandemi Covid-19 mengubah aktivitas yang semula berbasis offline menjadi online. Sehingga secara tak langsung berpengaruh pada intensitas penggunaan layar gawaiseperti handphone atau laptop.
Namun, perilaku tersebut pun memunculkan masalah baru yaitu gangguan pada mata. Seperti minus bertambah atau takutnya terpapar sinar radiasi dari layar komputer atau handphone.
Salah satu carayang digunakan orang untuk mengatasinya adalah menggunakan kacamata antiradiasi.
Baca juga: Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek Samping
Dokter spesialis mata, dr Andreas Surya Anugrah Sinaga, SpM mengatakan istilah kacamata antiradiasi itu tidak ada. Karena itu, ia menegaskan, tidak perlu menggunakan kacamata antiradiasi ketika sedang melihat layar handphone, laptop, maupun televisi.
"Istilah radiasi pada aktivitas melihat layar atau screen baik itu laptop ataupun handphone dan lainnya itu tidak ada. Jadi istilah radiasi yang digunakan itu tidak tepat, terlalu berlebihan," ujar dr Andreas kepada Langit7 Jumat (3/6/2022).
Menurut dr Andreas, radiasi sinar biru sesungguhnya adalah terdapat pada cahaya matahari. Sedangkan yang berasal dari layar gawaiadalah sinar biru buatan.
Namun, perilaku tersebut pun memunculkan masalah baru yaitu gangguan pada mata. Seperti minus bertambah atau takutnya terpapar sinar radiasi dari layar komputer atau handphone.
Salah satu carayang digunakan orang untuk mengatasinya adalah menggunakan kacamata antiradiasi.
Baca juga: Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek Samping
Dokter spesialis mata, dr Andreas Surya Anugrah Sinaga, SpM mengatakan istilah kacamata antiradiasi itu tidak ada. Karena itu, ia menegaskan, tidak perlu menggunakan kacamata antiradiasi ketika sedang melihat layar handphone, laptop, maupun televisi.
"Istilah radiasi pada aktivitas melihat layar atau screen baik itu laptop ataupun handphone dan lainnya itu tidak ada. Jadi istilah radiasi yang digunakan itu tidak tepat, terlalu berlebihan," ujar dr Andreas kepada Langit7 Jumat (3/6/2022).
Menurut dr Andreas, radiasi sinar biru sesungguhnya adalah terdapat pada cahaya matahari. Sedangkan yang berasal dari layar gawaiadalah sinar biru buatan.