LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi Covid-19 mengubah aktivitas yang semula berbasis
offline menjadi
online. Sehingga secara tak langsung berpengaruh pada intensitas penggunaan layar gawai seperti
handphone atau laptop.
Namun, perilaku tersebut pun memunculkan masalah baru yaitu gangguan pada mata. Seperti minus bertambah atau takutnya terpapar sinar radiasi dari layar
komputer atau
handphone.
Salah satu cara yang digunakan orang untuk mengatasinya adalah menggunakan
kacamata antiradiasi.
Baca juga: Tak Hanya Genetik, Buta Warna Diderita Akibat Efek SampingDokter spesialis mata, dr Andreas Surya Anugrah Sinaga, SpM mengatakan istilah kacamata antiradiasi itu tidak ada. Karena itu, ia menegaskan, tidak perlu menggunakan kacamata antiradiasi ketika sedang melihat layar
handphone, laptop, maupun televisi.
"Istilah radiasi pada aktivitas melihat layar atau
screen baik itu laptop ataupun
handphone dan lainnya itu tidak ada. Jadi istilah radiasi yang digunakan itu tidak tepat, terlalu berlebihan," ujar dr Andreas kepada Langit7 Jumat (3/6/2022).
Menurut dr Andreas, radiasi
sinar biru sesungguhnya adalah terdapat pada cahaya matahari. Sedangkan yang berasal dari layar gawai adalah sinar biru buatan.
"Itulah sebabnya pada saat matahari terbit terlihat sangat terang, itulah yang dibilang
blue light. Makanya kenapa anak-anak mengetahui bahwa langit itu warnanya biru padahal jika naik ke atas tidak ada yang biru. Itu semua adalah hamparan dari
daily life atau cahaya pada saat hari terang, yang disebut dengan
blue light," katanya.
Maka itu, optamolog dari RSU Hermina dan Mandaya Hospital Karawang, Jawa Barat ini mengingatkan penting untuk mengetahui perbedaan
blue light alami dan buatan, agar tidak salah kaprah soal radiasi.
"
Blue light yang dari
screen itu artifisial atau buatan yang diciptakan untuk membuat pixel-pixel di layar agar bisa terlihat. Sinar biru buatan pabrik ini tidak menyebabkan kerusakan sama sekali pada mata. Berbeda dengan sinar biru dari cahaya matahari, yang sangat berbahaya bila terpapar langsung ke mata," jelas dr Andreas.
Baca juga: Efek Sinar Biru Akibat Screen Time, Apakah Kacamata Radiasi Bisa Mengatasinya?Dia pun mengambil kesimpulan, bahwa efek dari penggunaan
gadget sangat kecil dan tidak berbahaya untuk mata.
"Sampai sekarang belum ada penelitian yang menyebutkan hal tersebut berbahaya untuk mata. Tidak ada alat khusus yang direkomendasikan agar dapat melindungi mata dari sinar biru layar. Jadi tidak ada istilah kacamata anti radiasi," pungkasnya.
(est)