home masjid

Sejarah Syariat Ibadah Haji Sejak Nabi Ibrahim hingga Muhammad

Rabu, 08 Juni 2022 - 09:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Haji merupakan rukun Islam pamungkas setelah syahadat, shalat, zakat, dan shaum. Menunaikan haji merupakan ritual tahunan bagi kaum muslimin yang mampu.

Haji merupakan ibadah istimewa, karena tidak dapat dilakukan di sembarang tempat dan waktu. Yakni hanya bisa dilakukan di tempat-tempat tertentu di Tanah Suci dan pada bulan-bulan haji, yakni bulan Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.

Dikutip dari buku 'Panduan Haji dan Umrah' karya Achmad Ja'far Sodik, sejarah haji tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim alaihissalam. Ketika Nabi Ibrahim selesai membangun ka'bah, Allah memerintahkan manusia untuk melaksankan haji.

Baca Juga:Senang Layani Jemaah Haji Indonesia, Juru Masak: Mereka Tamu Allah

"Serukanlah kepada seluruh manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendarai unta yang kurus yang datang dari seluruh penjuru yang jauh." (QS Al Hajj: 27)

Kemudian Nabi Ibrahim naik ke Jabal Qubays dan berseru: 'Wahai sekalian manusia telah diwajibkan kepada kamu menunaikan ibadah haji ke Baitul Atiq, maka sambutlah perintah Tuhanmu yang Maha Agung.' Seruan itu disambut orang yang telah ditetapkan Allah melaksanakan ibadah haji, "Labbaik allahumma labbaik (telah saya penuhi panggilan Mu Ya Allah, telah saya penuhi panggilan-Mu.

Perintah ibadah haji, sebagaimana seruan Nabi Ibrahim alaihissalam dilakukan segera setelah setelah ia dan putranya Ismail menyelesaikan pembangunan ka'bah. Kini monumen bagi keduanya adalah maqam Ibrahim dan Hijir Ismail di dekat kabah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
arab saudi ibadah haji jemaah haji nabi ibrahim nabi muhammad
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya