LANGIT7.ID - , Jakarta - Terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan Allah SWT tentunya merupakan kebanggaan tersendiri. Chef asal Indonesia, Muhammad Efendi ditugaskan Kementerian Agama untuk menyediakan makanan khas nusantara bagi jemaah calon haji Indonesia.
"Saya sangat senang sekali bisa melayani makan jemaah haji. Saya berkomitmen akan memberikan pelayanan memuaskan. Mereka adalah tamu Allah," ujar Efendi dalam keterangannya.
Pria asal Lombok Tengah NTB ini bertugas meracik citarasa makanan khusus untuk jemaah haji 2022. Sebelum menjadi juru masak bagi jemaah haji, Efendi sudah tinggal selama lima tahun di Madinah dan berprofesi sebagai chef.
Baca juga: Melirik Katering di Madinah, Juru Masak dan Bahan Baku Langsung dari Indonesia"Saya khusus untuk mantau tangani sayur mayur," katanya.
Efendi saat ini bekerja di perusahaan atau Dapur Al Ahmadi Catering Madinah, yang sudah berdiri sejak tahun 2000.
"Awalnya saya asisten Chef. Alhamdulillah, sekarang chef," tutur Efendi
Sebelumnya, pria berusia 29 ini pernah melaksanakan tugas yang sama pada 2017. Saat itu, ia juga menjadi juru masak bagi jemaah haji Indonesia.
"Berkahnya saat itu, saya sekaligus bisa melaksanakan haji. Karena masak makanan saat jemaah haji berada di Arafah dan Mina," ucapnya.
Tahun ini, Efendi memang tidak bisa haji. Karena memang tidak ada jatah untuk bagian katering.
"Alhamdulillah, saat ini tetap bisa melayani tamu Allah untuk makanannya," ujar Efendi.
Secera rinci, Efendi menyampaikan bahwa di perusahaan Al Ahmadi Catering itu, karyawan asal Indonesia ada enam orang diantaranya dari NTB, dan Madura. Total ada 60 orang dari beberapa negara.
Baca juga: Menu Andalan Andien Saat Lebaran, Masak Semur Daging Bersama Chef"Yang paling lama kerja di Madinah, ada yang sudah 10 tahun. Kalau saya baru 5 tahun," katanya.
"Harapan saya, semoga bisa memberikan pelayanan yang memuaskan. Sehingga tamu Allah merasa senang," lanjutnya.
Makanan jemaah haji yang ditangani oleh Al Ahmadi Catering, adalah makan pagi dan siang. Salah satu pemiliknya adalah Abu Bakar Al Ahmadi. Dia menjelaskan hanya melayani untuk dua waktu makan saja.
"Makan pagi dengan siang saja. Jam 6 pagi dan jam 12.00 siang. Sebelum jam itu sudah harus ada di hotel. Sudah harus didistribusikan ke hotel," terangnya.
Abu Bakar menambahkan, kekuatan makanan hanya mampu bertahan selama 4 hingga 6 jam saja. Mayoritas bumbu dan citarasanya harus khas makanan Nusantara dengan rempah-rempah banyak dari Indonesia.
"Tahun ini ketentuan dari Indonesia sangat bagus sekali. Sudah terinci menunya harus seperti apa," pungkas pria yang kini tinggal di Singapura ini.
Baca juga: Tombo Kangen, Coba Resep Nasi Liwet Solo ala Chef YongkiMenurut Abu Bakar, pihaknya juga tidak mau ambil pesanan katering banyak untuk jemaah calon haji Indonesia. Tujuannya agar bisa berbagi rezeki dengan katering lainnya.
"Saya disini betul-betul jaga kualitas. Makanannya bisa dinikmati sendiri. Tahun ini saya hanya menangani 13 ribu jemaah. Dari tanggal 6 sampai 28 Juni. Kita harus berbagi biar berkah," tandas Abu Bakar.
(est)