Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home masjid detail berita

Sejarah Syariat Ibadah Haji Sejak Nabi Ibrahim hingga Muhammad

Jaja Suhana Rabu, 08 Juni 2022 - 09:35 WIB
Sejarah Syariat Ibadah Haji Sejak Nabi Ibrahim hingga Muhammad
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Haji merupakan rukun Islam pamungkas setelah syahadat, shalat, zakat, dan shaum. Menunaikan haji merupakan ritual tahunan bagi kaum muslimin yang mampu.

Haji merupakan ibadah istimewa, karena tidak dapat dilakukan di sembarang tempat dan waktu. Yakni hanya bisa dilakukan di tempat-tempat tertentu di Tanah Suci dan pada bulan-bulan haji, yakni bulan Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah.

Dikutip dari buku 'Panduan Haji dan Umrah' karya Achmad Ja'far Sodik, sejarah haji tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim alaihissalam. Ketika Nabi Ibrahim selesai membangun ka'bah, Allah memerintahkan manusia untuk melaksankan haji.

Baca Juga: Senang Layani Jemaah Haji Indonesia, Juru Masak: Mereka Tamu Allah

"Serukanlah kepada seluruh manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendarai unta yang kurus yang datang dari seluruh penjuru yang jauh." (QS Al Hajj: 27)

Kemudian Nabi Ibrahim naik ke Jabal Qubays dan berseru: 'Wahai sekalian manusia telah diwajibkan kepada kamu menunaikan ibadah haji ke Baitul Atiq, maka sambutlah perintah Tuhanmu yang Maha Agung.' Seruan itu disambut orang yang telah ditetapkan Allah melaksanakan ibadah haji, "Labbaik allahumma labbaik (telah saya penuhi panggilan Mu Ya Allah, telah saya penuhi panggilan-Mu.

Perintah ibadah haji, sebagaimana seruan Nabi Ibrahim alaihissalam dilakukan segera setelah setelah ia dan putranya Ismail menyelesaikan pembangunan ka'bah. Kini monumen bagi keduanya adalah maqam Ibrahim dan Hijir Ismail di dekat kabah.

Masa Nabi Muhammad SAW

Ibadah haji seperti sekarang merupakan syariat yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Sebagai langkah pembaharuan dan menyambung ajaran Nabi Ibrahim alaihissalam. Ibadah haji mulai diwajibkan pada tahun ke-6 hijriah.

"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup melaksankan perjalan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS Ali Imran: 97).

Pada tahun tersebut Rasullullah bersama kurang lebih 1.500 orang berangkat ke Makkah untuk menunaikan haji. Namun gagal karena dihalangi kaum kafir Quraisy, yang kemudian melahirkan perjanjian Hudaibiyah.

Rasulullah Saw sendiri melakukan haji satu kali semasa hayatnya. Haji tersebut dinamakan Haji Wada. Nabi Muhammad berangkat dari Madinah pada 25 Dzulqa'dah tahun 10 hijriah bersama istri, sahabat-sahabatnya serta kurang lebih 90 ribu kaum muslimin.

Baca Juga: Lalui Perjuangan Berat, Begini Asal Mula Penyematan Gelar Haji

Setelah menginap satu malam di Zulkhulaifah (Bir Ali), esoknya Nabi mengenakan kain ihram diikuti seluruh rombongan. Mereka berjalan bersama-sama dengan pakaian putih sederhana perlambang kesederhanaan dan kesetaraan.

Nabi Muhammad Saw kemudian mengadahkan tangan dan mengucapkan talbiyah sebagai rasa syukur. Di bawah sengatan matahari, di padang pasir bergerak arus manusia dan kafilah menuju satu titik, ka'bah.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah yang jatuh pada hari Jum'at Rasulullah melakukan wukuf di Padang Arafah. Ketika itu Nabi berkhutbah di hadapan 90 ribu orang yang mengelilinginya. Itulah peristiwa bersejarah yang dikenal dengan istilah Haji Wada atau Haji Perpisahan. Peristiwa yang begitu mengesankan dan indah, serta merupakan kesimpulan atau penutup ajaran Islam dan sunahnya yang ia wariskan kepada masyarakat Islam.

Baca Juga: Rindu pada Eril Sang Buah Hati, Atalia: Di Mana, Ril? Sini Pulang

Baca Juga: MUI Desak India Serius Berantas Islamophobia

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan