Viral Video Tol Becakayu Ambles, Ternyata Girder Box Proyek Kereta Cepat
Muhajirin
Selasa, 14 Juni 2022 - 16:16 WIB
Video yang dinarasikan Tol Becakayu yang ambles (foto: tangkapan layar)
Beredar luas (viral) di media sosial video yang menarasikan Tol Becakayu di Kota Bekasi, Jawa Barat ambles. Pihak berwenang terkait video itu yakni PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Corporate Secretary KCIC, Rahadian Ratry, membantah narasi hoaks tentang amblesnya Tol Becakayu. Dia menyebut video itu adalah girder box yang berada di sekitar Jembatan Antelope yang merupakan girder box yang sudah terpasang. Bukan juga girder box yang jatuh seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
"Sebelum pemasangan girder box, pihak kontraktor sudah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan warga sekitar," kata Rahardian di Jakarta, Selasa (14/6/2022).
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa petugas mengatur lalu-lintas. Rahadian mengatakan, warga setempat sudah menyepakati sistem pengaturan lalu-lintas dengan tetap memanfaatkan jembatan Antelope eksisting. Sehingga, proses pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat berlanjut.
Baca Juga:Beredar Kartu Nikah dengan Empat Kolom Foto Istri, Kemenag: Hoaks!
Selain dengan warga, komunikasi dilakukan dengan Dinas Perhubungan terkait pengaturan lalu lintas. Dari situ disepakati, jika jembatan Antelope eksisting tetap dioperasionalkan secara terbatas dengan sejumlah pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
"Jembatan hanya dapat dilintasi oleh kendaraan dengan ketinggian maksimal 1,7 meter. Seperti sepeda motor dan mobil sedan, dengan pengawasan ketat," tutur Rahadian.
Corporate Secretary KCIC, Rahadian Ratry, membantah narasi hoaks tentang amblesnya Tol Becakayu. Dia menyebut video itu adalah girder box yang berada di sekitar Jembatan Antelope yang merupakan girder box yang sudah terpasang. Bukan juga girder box yang jatuh seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
"Sebelum pemasangan girder box, pihak kontraktor sudah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan warga sekitar," kata Rahardian di Jakarta, Selasa (14/6/2022).
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat beberapa petugas mengatur lalu-lintas. Rahadian mengatakan, warga setempat sudah menyepakati sistem pengaturan lalu-lintas dengan tetap memanfaatkan jembatan Antelope eksisting. Sehingga, proses pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat berlanjut.
Baca Juga:Beredar Kartu Nikah dengan Empat Kolom Foto Istri, Kemenag: Hoaks!
Selain dengan warga, komunikasi dilakukan dengan Dinas Perhubungan terkait pengaturan lalu lintas. Dari situ disepakati, jika jembatan Antelope eksisting tetap dioperasionalkan secara terbatas dengan sejumlah pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
"Jembatan hanya dapat dilintasi oleh kendaraan dengan ketinggian maksimal 1,7 meter. Seperti sepeda motor dan mobil sedan, dengan pengawasan ketat," tutur Rahadian.