Bongkar Habis Penyebab Anjloknya Valuasi Pasar Startup
Mahmuda attar hussein
Selasa, 14 Juni 2022 - 17:20 WIB
Bongkar Habis Penyebab Anjloknya Valuasi Pasar Startup. (Foto: Pixabay).
Ada alasan dibalik anjloknya valuasi pasar startup. Hal ini juga yang menyebabkan mereka harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho mengatakan, pandemi yang mendorong kenaikan valuasi pasar startup, ternyata juga menjadi salah satu penyebab anjloknya valuasi pasar itu sendiri
"Itu karena selama pandemi proses produksi terhambat, terutama karena adanya lockdown di hampir semua negara. Pandemi juga mengganggu arus rantai pasok, akibatnya jumlah barang yang diproduksi jadi sangat terbatas," kata dia dikanal YouTubenya, Selasa (14/6/2022).
Namun, saat pandemi sudah terkendali, pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan dan menggelontorkan bantuan tunai untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Hal itu menyebabkan permintaan terhadap barang dan jasa otomatis meningkat.
Baca Juga: Ini Sumber Dana Startup untuk Kembangkan Bisnis Secara Singkat
"Sayangnya jumlah barang yang tersedia masih terbatas, karena permintaan tinggi tapi pasokan rendah inilah harga-harga pun melonjak naik. Kondisi itu diperparah dengan situasi perang Rusia-Ukraina," katanya.
Bahkan, menjadi penyebab inflasi di Amerika Serikat mencapai 8,5 persen, tertinggi selama 40 tahun terakhir. Untuk itu, Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan secara signifikan guna meredam kenaikan harga.
CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho mengatakan, pandemi yang mendorong kenaikan valuasi pasar startup, ternyata juga menjadi salah satu penyebab anjloknya valuasi pasar itu sendiri
"Itu karena selama pandemi proses produksi terhambat, terutama karena adanya lockdown di hampir semua negara. Pandemi juga mengganggu arus rantai pasok, akibatnya jumlah barang yang diproduksi jadi sangat terbatas," kata dia dikanal YouTubenya, Selasa (14/6/2022).
Namun, saat pandemi sudah terkendali, pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan dan menggelontorkan bantuan tunai untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Hal itu menyebabkan permintaan terhadap barang dan jasa otomatis meningkat.
Baca Juga: Ini Sumber Dana Startup untuk Kembangkan Bisnis Secara Singkat
"Sayangnya jumlah barang yang tersedia masih terbatas, karena permintaan tinggi tapi pasokan rendah inilah harga-harga pun melonjak naik. Kondisi itu diperparah dengan situasi perang Rusia-Ukraina," katanya.
Bahkan, menjadi penyebab inflasi di Amerika Serikat mencapai 8,5 persen, tertinggi selama 40 tahun terakhir. Untuk itu, Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan secara signifikan guna meredam kenaikan harga.