LANGIT7.ID, Jakarta - Walaupun sedang dilanda badai PHK, tapi
bisnis startup bisa berkembang dalam waktu singkat. Lalu dari mana startup ini mendapatkan gelontoran dana?
CEO dan founder Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho menjelaskan, startup mendapatkan
sumber dana untuk melakukan semua itu dari para Venture Capital.
"Yaitu badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan rintisan," ungkap dia dikanal YouTubenya, Selasa (14/6/2022).
Menurutnya, suku bunga acuan yang rendah mendorong para investor untuk menyalurkan dananya ke berbagai startup dengan harapan imbal balik yang lebih menjanjikan. Setidaknya, pada 2019 lalu pendanaan dari investor mencapai USD143 miliar dari yang semula hanya USD26,9 miliar.
Baca Juga: Startup Banyak PHK Karyawan, Benarkah Masanya Sudah Habis?"Sayangnya, tidak semua investor memiliki horizon jangka panjang, karena sebagian Venture Capital hanya mencari keuntungan cepat. Para investor ini hanya ingin menguangkan investasinya dalam putaran investasi berikutnya, dengan margin keuntungan yang tinggi," katanya.
Hal itu menghasilkan ketidakpedulian para investor terkait untung dan rugi. Sebab, mereka terfokus pada valuasi pasar yang tetap.
"Ketika eksponensial, saat itulah mereka menjual sahamnya. Hal itu pula yang menjadi sebab para startup dipaksa untuk bertumbuh gila-gilaan dengan cara apapun. Dengan begitu, mereka bisa buat proyeksi pendapatan yang juga gila-gilaan dengan story yang juga gila-gilaan," jelasnya.
Tujuannya, kata dia, mendongkrak nilai pasar atau market valuation setinggi-tingginya. Ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 yang turut mendukung akselerasi pertumbuhan gila-gilaan itu.
"Itu karena selama pandemi semua produk atau layanan digital dicari dan dibutuhkan semua orang. Apalagi juga bisa digunakan secara remote atau di rumah, seperti layanan zoom, alat olahraga Peloton, alat penjualan online Shopify, dan hiburan rumah Netflix," ungkapnya.
Sehingga dalam dua tahun terakhir, tepatnya di 2020-2021 nilai investasi Venture Capital pada perusahaan seperti mereka tumbuh dua kali lipat. Ini memberikan nilai valuasi pasar tertinggi sepanjang masa.
(bal)