Varian Baru Omicron Picu Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasan Satgas
Fajar adhitya
Selasa, 14 Juni 2022 - 23:35 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Sasmito (Foto: Humas BNPB)
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan adanya tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia. Lalu, apakah peningkatan kasus Covid-19 berhubungan dengan munculnya subvarian baru virus omicron BA.4 dan BA.5?
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memaparkan lonjakan kasus Covid-19 pada akhir-akhir inimencapai 3.600 kasus per 13 Juni 2022 dibanding pada akhir Mei lalu. Peningkatan juga terjadi pada kasus aktif Covid-19.
Baca Juga:Hambat Subvarian Omicron, Pemerintah Percepat Laju Vaksinasi Dosis Penguat
Wiku mengatakan, dari 2.900 kasus aktif pada akhir Mei silam menjadi 4.900 kasus aktif per 13 Juni 2022. Pemerintah masih mengidentifikasi penyebab tren kenaikan kasus Covid-19, sehingga belum dapat menyimpulkan dan memastikan apakah kenaikan ini dipicu varian baru omicron. "Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan penyebab pasti terjadinya kenaikan pada tren kasus positif dan kasus aktif," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (14/6/2022).
Meski demikian, Satgas Covid-19 telah mengidentifikasi sejumlah sebab yang dapat memicu kenaikan kasus Covid-19. Faktornya adalah aktivitas masyarakat yang telah normal serta berbagai kegiatan skala besar yang sudah terselenggara.
Selain itu, mobilitas penduduk yang terus mengalami peningkatan juga bisa menjadi faktor naiknya kasus Covid-19. Kemudian, disiplin prokes yang mulai memudar juga menjadi pendukung naiknya kasus Covid-19. "Penggunaan masker sudah mulai longgar tidak disiplin seperti yang lalu," lanjutnya.
Baca Juga:Varian Baru Omicron Masuk Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memaparkan lonjakan kasus Covid-19 pada akhir-akhir inimencapai 3.600 kasus per 13 Juni 2022 dibanding pada akhir Mei lalu. Peningkatan juga terjadi pada kasus aktif Covid-19.
Baca Juga:Hambat Subvarian Omicron, Pemerintah Percepat Laju Vaksinasi Dosis Penguat
Wiku mengatakan, dari 2.900 kasus aktif pada akhir Mei silam menjadi 4.900 kasus aktif per 13 Juni 2022. Pemerintah masih mengidentifikasi penyebab tren kenaikan kasus Covid-19, sehingga belum dapat menyimpulkan dan memastikan apakah kenaikan ini dipicu varian baru omicron. "Sampai dengan saat ini belum dapat disimpulkan penyebab pasti terjadinya kenaikan pada tren kasus positif dan kasus aktif," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (14/6/2022).
Meski demikian, Satgas Covid-19 telah mengidentifikasi sejumlah sebab yang dapat memicu kenaikan kasus Covid-19. Faktornya adalah aktivitas masyarakat yang telah normal serta berbagai kegiatan skala besar yang sudah terselenggara.
Selain itu, mobilitas penduduk yang terus mengalami peningkatan juga bisa menjadi faktor naiknya kasus Covid-19. Kemudian, disiplin prokes yang mulai memudar juga menjadi pendukung naiknya kasus Covid-19. "Penggunaan masker sudah mulai longgar tidak disiplin seperti yang lalu," lanjutnya.
Baca Juga:Varian Baru Omicron Masuk Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap Waspada