Kemenag Gagas Program Latih Siswa Madrasah Jadi Founder Startup Digital
Ahmad jilul qurani farid
Kamis, 05 Agustus 2021 - 07:00 WIB
ilustrasi seorang CEO Startup sedang menguji teknologi yang dikembangkannya (foto: langit7.id/istock)
Salah satu profesi yang paling bergengsi hari ini adalah menjadi Founder dari Startup Digital. Banyak anak muda inovatif merintis startup digitalnya dan menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi banyak orang.
Tak mau ketinggalan dengan perkembangan zaman, Kementerian Agama bekerjasama dengan XL Axiata Tbk merintis program yang jadi sarana inkubasi bagi siswa madrasah untuk belajar menjadi founder startup teknologi atau digital. Program ini dinamakan Akademi Madrasah Digital 2021.
"Kami mengajak kepada seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah di Indonesia, negeri maupun swasta, untuk ikut serta dan mengikuti seleksi program Akademi Madrasah Digital (AMD) ini," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh Isom di Jakarta, Rabu (4/8/2021), dilansir dari website resmi Kemenag.
Selama mengikuti akademi, sebut Isom, peserta tidak hanya dilatih tentang cara membuat alat canggih berbasis teknologi sigital. Lebih dari itu, mereka akan ditempa oleh para pelatih profesional untuk menguasai dasar bidang Internet of Things dari sisi teknis dan bisnis.
"Program ini juga akan mengembangkan spirit entrepreneurship peserta, serta menanamkan pola pikir dan perilaku leadership bagi Generasi Madrasah ke depan,” terang Isom.
Peserta yang akan mendaftar harus mengisi portofolio secara lengkap. Peserta juga harus menjelaskan prototype hasil karya yang akan dihasilkan dan yang pernah dibuat dalam bentuk tulisan.
Penilaian proposal akan dilakukan pada 17 – 22 Agustus 2021. Hasilnya diumumkan pada 24 Agustus 2021. Untuk tahun ini, hanya 100 kuota yang tersedia.
Tak mau ketinggalan dengan perkembangan zaman, Kementerian Agama bekerjasama dengan XL Axiata Tbk merintis program yang jadi sarana inkubasi bagi siswa madrasah untuk belajar menjadi founder startup teknologi atau digital. Program ini dinamakan Akademi Madrasah Digital 2021.
"Kami mengajak kepada seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah di Indonesia, negeri maupun swasta, untuk ikut serta dan mengikuti seleksi program Akademi Madrasah Digital (AMD) ini," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh Isom di Jakarta, Rabu (4/8/2021), dilansir dari website resmi Kemenag.
Selama mengikuti akademi, sebut Isom, peserta tidak hanya dilatih tentang cara membuat alat canggih berbasis teknologi sigital. Lebih dari itu, mereka akan ditempa oleh para pelatih profesional untuk menguasai dasar bidang Internet of Things dari sisi teknis dan bisnis.
"Program ini juga akan mengembangkan spirit entrepreneurship peserta, serta menanamkan pola pikir dan perilaku leadership bagi Generasi Madrasah ke depan,” terang Isom.
Peserta yang akan mendaftar harus mengisi portofolio secara lengkap. Peserta juga harus menjelaskan prototype hasil karya yang akan dihasilkan dan yang pernah dibuat dalam bentuk tulisan.
Penilaian proposal akan dilakukan pada 17 – 22 Agustus 2021. Hasilnya diumumkan pada 24 Agustus 2021. Untuk tahun ini, hanya 100 kuota yang tersedia.