Bagian dari Gaya Hidup, MUI: Produk Halal Sudah Jadi Tren Global
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 17 Juni 2022 - 07:02 WIB
Isu halal bukan lagi urusan agama, tapi juga bagian dari gaya hidup. Foto: MUI
Produk halal, saat ini, telah menjadi bagian dari bisnis dunia yang nilainya sangat menjanjikan. Tak hanya negara-negara Islam yang peduli dengan kehadiran produk halal, namun kini negara dengan Muslim minoritas pun menjadikan produk halal sebagai nilai berkompetisi.
Ketua Bidang Fatwa MUI, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan produk halal sudah menjadi tren global. Perkembangan ini dapat dirasakan ketika tengah bepergian sudah banyak menu makanan halal yang disajikan.
Baca juga: Kongres Halal Diharapkan Sukseskan Jaminan Produk Halal Nasional dan Internasional
"Isu halal tidak hanya sekedar urusan sektarian keagamaan, ia bersifat universal," kata Niam melalui rilis yang dikutip Jumat (17/6/2022).
Niam menambahkan, halal merupakan bagian dari gaya hidup, selain itu konteks halal juga separuh urusan keagamaan. Namun begitu, Niam melanjutkan, bagaimana mentransformasi halal yang awalnya adalah urusan keagamaan menjadi lifestyle?
"Jawabannya adalah diperlukan ikhtiar dan dakwah bersama untuk mewujudkannya,” jelas Niam dalam keterangan yang dikutip Jumat (17/6/2022).
Bagi Niam, komitmen untuk mengarusutamakan halal tidak harus menggunakan pendekatan yang bersifat sektarial. Pendekatan tersebut justru yang akan menumbuhkan ketakutan bagi orang lain, sehingga mereka akan berasumsi dakwah halal adalah gerakan Islamisasi.
Ketua Bidang Fatwa MUI, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan produk halal sudah menjadi tren global. Perkembangan ini dapat dirasakan ketika tengah bepergian sudah banyak menu makanan halal yang disajikan.
Baca juga: Kongres Halal Diharapkan Sukseskan Jaminan Produk Halal Nasional dan Internasional
"Isu halal tidak hanya sekedar urusan sektarian keagamaan, ia bersifat universal," kata Niam melalui rilis yang dikutip Jumat (17/6/2022).
Niam menambahkan, halal merupakan bagian dari gaya hidup, selain itu konteks halal juga separuh urusan keagamaan. Namun begitu, Niam melanjutkan, bagaimana mentransformasi halal yang awalnya adalah urusan keagamaan menjadi lifestyle?
"Jawabannya adalah diperlukan ikhtiar dan dakwah bersama untuk mewujudkannya,” jelas Niam dalam keterangan yang dikutip Jumat (17/6/2022).
Bagi Niam, komitmen untuk mengarusutamakan halal tidak harus menggunakan pendekatan yang bersifat sektarial. Pendekatan tersebut justru yang akan menumbuhkan ketakutan bagi orang lain, sehingga mereka akan berasumsi dakwah halal adalah gerakan Islamisasi.