LANGIT7, Jakarta -
Majelis Ulama Indonesia (MUI) rampung menggelar Kongres Halal Internasional (KHI) di Bangka Belitung, Rabu (15/6/2022). Kongres ini diharapkan tak sekadar seremonial, tapi harus mendapat tindak lanjut.
Anggota KHI telah merumuskan deklarasi Resolusi Halal Dunia. Resolusi ini dinilai bisa mendorong komitmen implementasi jaminan halal secara nasional maupun global. Baik industri halal, produsen halal, maupun pariwisata halal di Tanah Air dan dunia akan terikat dengan komitmen tersebut.
Baca Juga: MUI Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketersediaan Produk dan Jasa Halal“Kami menaruh harapan yang sangat besar karena kongres ini jangan sekadar menghabiskan waktu, biaya, dan tenaga tetapi bagaimana kita menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” kata Sekretris Jenderal MUI,
KH Amirsyah Tambunan dalam konferensi pers diikuti secara virtual, Rabu (15/6/2022) malam WIB.
Amirsyah mendorong resolusi halal KHI dapat diaktualisasikan. Perguruan tinggi, lanjut Amirsyah, bisa berperan dalam menguatkan edukasi dan penelitian halal. Begitu juga dengan stake holder yang terlibat langsung dalam penyediaan dan distribusi produk.
“Begitu juga penyelenggara halal, termasuk ekspor impor halal yang harus kita dukung bersama,” kata Amirysah.
Baca Juga: Wapres Beri BPJPH Target 10 Juta Sertifikasi Halal UKMKongres berlangsung di Bangka Belitung sejak Selasa (14/6/2022). KHI mengangkat tema ‘’Akselerasi Peningkatan Kontribusi
Produk Halal dan Pariwisata Halal dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Produsen Halal Dunia’’.
Ketua Umum MUI Bangka Belitung, KH Zayadi mengapresiasi KHI yang telah terselenggara dengan sukses. Ia juga berharap hasil kongres dapat memenuhi target kebijakan jaminan produk halal di Indonesia.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat menjadi (landasan) target yang kita ingin capai, khususnya terkait dengan wisata halal,produk halal dan pengembangan potensi
industri halal di Bangka Belitung, nasional dan internasional,” kata Zayadi.
Baca Juga:
Wapres: Kesadaran Muslim pada Produk Halal Bergeser ke Gaya Hidup
Permintaan Produk Halal di Negara Non-Muslim Naik selama Pandemi
Prilly Latuconsina: Produk Halal Jadi Pilihan Utama Masyarakat(asf)