LANGIT7.ID - , Jakarta - Pembangunan ekonomi Indonesia memiliki modal dasar yang besar khususnya bila berhasil menggerakkan kekuatan
ekonomi kreatif pada rumpun UMKM. Dominasi UMKM dalam struktur ekonomi diyakini mampu menopang pemulihan ekonomi nasional.
Wakil Presiden RI
KH Ma'ruf Amin mengatakan para pelaku UMKM harus jeli melihat peluang pasar. Termasuk melihat potensi dan tren meningkatnya permintaan produk halal seperti makanan minuman, obat-obatan hingga kosmetika.
Baca juga: Permintaan Produk Halal di Negara Non-Muslim Naik selama PandemiMenurut Ma'ruf Amin, kesadaran Muslim untuk mengkonsumsi produk halal sudah bergeser. Tidak hanya sekedar karena bagian dari ajaran agama Islam saja tetapi sudah menjadi gaya hidup.
"Faktor inilah yang semakin mendorong naiknya kebutuhan akan konsumsi
produk halal di dunia. Tidak hanya komunitas muslim masyarakat, tetapi dunia juga kini turut mengakui komoditas halal yang identik dengan produk aman berkualitas dan higienis," ujar Ma'ruf Amin dalam webinar halal bertajuk "Recover Stronger Bersama UMK Halal," Kamis, (9/6/2022).
Menyadari hal itu, pemerintah melalui komite nasional ekonomi dan keuangan syariah berkomitmen untuk bergerak lebih cepat dalam mewujudkan visi
ekonomi syariah di Indonesia.
Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia. Seperti mendorong pembentukan komite daerah ekonomi dan keuangan syariah di seluruh provinsi.
Selanjutnya, pemerintah terus menyempurnakan bisnis proses sertifikasi halal termasuk mengupayakan percepatan pencapaian target fasilitasi 10 juta produk UMKM halal.
Baca juga:
Retail Produk Halal Kini Dapat Antusias Masyarakat
LPEI dan BSI Dorong Produk Halal Nasional ke Kancah Global
Ini 2 Keuntungan Pengembangan Produk Halal
"Saya minta pelaku UMKM juga ikut aktif berpartisipasi mendaftarkan produk-produk unggulannya agar segera tersebar sertifikasi halal. Sehingga semakin meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk UMKM dan nantinya dapat menembus pasar masyarakat muslim dunia," katanya.
Berikutnya, pengembangan industri halal juga direalisasikan melalui pembentukan kawasan industri halal sebagai strategi penguatan rantai nilai halal.
Pemerintah terus mengakuiriasi ekosistem
industri halal dalam negeri demi mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi pusat produsen halal terkemuka di dunia. Dengan adanya ekosistem industri halal yang kuat diharapkan kapasitas dan kualitas industri produk halal akan semakin kuat pula.
"Kita berharap semakin banyak produk-produk halal Indonesia yang bisa menembus pasar ekspor," tuturnya.
Ma'ruf menegaskan besarnya perhatian masyarakat global atas kehalalan dan kemanfaatan produk turut diperkuat dengan hadirnya label halal. Adanya label halal menjadi jaminan mutu produk aman, higenis, dan syariah yang tetap terjaga.
Baca juga: Pelaku Wirausaha Syariah Perlu Tahu, Ini Pentingnya Jaminan Produk HalalDengan kata lain, label halal dapat memberikan nilai tambah daya saing produk dan memperluas akses pemasarannya.
"Pemerintah mengapresiasi upaya MUI yang telah menunjukkan langkah nyata kepeduliannya terhadap pengembangan UMKM di Indonesia sebagai perintis sertifikasi halal dan ikon label halal bagi produk halal Indonesia," kata Ma'ruf.
(est)