home global news

Startup Digital Berujung PHK, Peneliti INDEF Ungkap Penyebabnya

Jum'at, 17 Juni 2022 - 11:00 WIB
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja. Foto: Istimewa
Belakangan perusahaan rintisan atau startup dunia termasuk Indonesia dihantam badai pemutusan hubungan kerja (PHK) dan terancam gulung tikar. Sebut saja LinkAja, Shopee, hingga Grab dan Gojek pemain besar industri digital yang dikabarkan melakukan PHK massal,

Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda mengatakan hal tersebut terjadi karena tahun ini banyak perusahaan investasi enggan berinvestasi di perusahaan rintisan digital.

Baca juga: Ini Daftar Startup yang Alami Tekanan Bisnis hingga PHK Karyawan

"Banyak perusahaan yang berinvestasi tampaknya sudah mulai enggan untuk berinvestasi lagi ke startup digital. Salah satu alasannya, karena mereka ingin menaikkan suku bunga yang menyebabkan cost dari perusahaan investasi ini menjadi lebih mahal. Makanya, sekarang mereka lebih memilih dan memilah startup mana yang layak untuk diinvestasikan uangnya," ujar Huda saat dihubungi Langit7, Kamis (16/6/2022).

Menurut Huda, ketika perusahaan investasi selektif dalam memilih maka yang terjadi adalah perebutan antar startup. Sehingga otomatis, startup yang tak terpilih memutuskan mengurangi jumlah karyawan dengan pertimbangan menyelamatkan bisnisnya.

Karakteristik startup, lanjut Huda, ketika beroperasional untuk bersaing, mereka membutuhkan pendanaan. Pendanaan tersebut diperuntukkan untuk operasional dan lainnya.

Huda menjelaskan, tahun lalu, para startup mendapatkan pendanaan secara besar-besaran. Di Indonesia sendiri jika ditotal pendanaan untuk perusahaan rintisan mencapai angka Rp144 triliun.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
startup phk investasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya