Bertemu Menteri India, Menlu Singgung Isu Penghinaan Nabi Muhammad SAW
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 18 Juni 2022 - 06:07 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Istimewa.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan keprihatinan dan kecaman terhadap pernyataan dua politikus Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Nabi Muhammad SAW saat bertemu Menlu India S Jaishankar.
Menlu India pun memberi tanggapan bahwa kedua pernyataan kedua politikus tersebut tidak mencerminkan posisi partai BJP dan sama sekali tidak mencerminkan posisi pemerintah.
Baca juga: Demo Kecam Penghina Rasulullah di India, 200 Muslim Ditangkap
“Menlu India menjelaskan bahwa dua politikus tersebut telah diberhentikan dari jabatannya dan telah dinonaktifkan dari partai,” ujar Retno ketika menyampaikan pengarahan media melalui video mengenai Pertemuan Komisi Bersama Indonesia-India yang berlangsung di New Delhi, Jumat (17/6/2022).
Menlu India pun memaparkan sikap BJP yang menghormati semua agama, menolak dengan keras penghinaan terhadap agama, dan menentang dengan keras ideologi yang menghina atau merendahkan agama tertentu.
Lebih lanjut, Menlu Retno menegaskan kembali pentingnya terus dikembangkan budaya toleransi dan saling menghormati.
“Hanya dengan saling menghormati perbedaan, termasuk perbedaan agama, maka persahabatan dan kerja sama dapat terus diperkuat,” tutur Retno melalui Press Briefing Menlu RI dari New Delhi.
Menlu India pun memberi tanggapan bahwa kedua pernyataan kedua politikus tersebut tidak mencerminkan posisi partai BJP dan sama sekali tidak mencerminkan posisi pemerintah.
Baca juga: Demo Kecam Penghina Rasulullah di India, 200 Muslim Ditangkap
“Menlu India menjelaskan bahwa dua politikus tersebut telah diberhentikan dari jabatannya dan telah dinonaktifkan dari partai,” ujar Retno ketika menyampaikan pengarahan media melalui video mengenai Pertemuan Komisi Bersama Indonesia-India yang berlangsung di New Delhi, Jumat (17/6/2022).
Menlu India pun memaparkan sikap BJP yang menghormati semua agama, menolak dengan keras penghinaan terhadap agama, dan menentang dengan keras ideologi yang menghina atau merendahkan agama tertentu.
Lebih lanjut, Menlu Retno menegaskan kembali pentingnya terus dikembangkan budaya toleransi dan saling menghormati.
“Hanya dengan saling menghormati perbedaan, termasuk perbedaan agama, maka persahabatan dan kerja sama dapat terus diperkuat,” tutur Retno melalui Press Briefing Menlu RI dari New Delhi.