Milenial Gampang Punya Rumah dengan Alternatif Solusi Pembiayaan Ini
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 18 Juni 2022 - 10:27 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Memiliki tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat. Berdasar kebutuhan tersebut, kepemilikan atas hunian menjadi salah satu isu yang hangat diperbincangkan.
Menurut data World Bank, pada 2012, ada pergeseran tren kepemilikan rumah. Jika sebelumnya tren membeli rumah sebelum menginjak usia 30 tahun, namun kini bergeser menjadi 35-20 tahun.
Baca juga: Cara Membeli Rumah dengan KPR Tanpa Terjerumus Riba
Sayangnya kebutuhan tersebut tak diimbangi dengan kemudahan akses kepemilikan rumah, baik di negara maju atau di negara berkembang. Seperti di Indonesia, di mana rata-rata persentase kepemilikan rumah berada di angka 79,16 persen.
Isu tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya harga properti yang tidak diimbangi oleh kenaikan pendapatan masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya tempat tinggal kolektif seperti kost-kostan dan apartemen yang dibangun pada gedung vertikal.
Maraknya isu ini mengakibatkan generasi muda lebih tertarik untuk menyewa tempat tinggal dengan harga yang masih terjangkau.
Selain peningkatan harga properti di Indonesia, hal yang berpengaruh terhadap permasalahan kepemilikan rumah adalah pembiayaan perumahan yang ketat. Saat ini, skema pembiayaan populer yang ditawarkan oleh bank adalah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), di mana salah satu syarat untuk terkualifikasi dalam mengajukan skema ini adalah lolos SLIK atau yang sebelumnya disebut BI Checking.
Menurut data World Bank, pada 2012, ada pergeseran tren kepemilikan rumah. Jika sebelumnya tren membeli rumah sebelum menginjak usia 30 tahun, namun kini bergeser menjadi 35-20 tahun.
Baca juga: Cara Membeli Rumah dengan KPR Tanpa Terjerumus Riba
Sayangnya kebutuhan tersebut tak diimbangi dengan kemudahan akses kepemilikan rumah, baik di negara maju atau di negara berkembang. Seperti di Indonesia, di mana rata-rata persentase kepemilikan rumah berada di angka 79,16 persen.
Isu tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya harga properti yang tidak diimbangi oleh kenaikan pendapatan masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya tempat tinggal kolektif seperti kost-kostan dan apartemen yang dibangun pada gedung vertikal.
Maraknya isu ini mengakibatkan generasi muda lebih tertarik untuk menyewa tempat tinggal dengan harga yang masih terjangkau.
Selain peningkatan harga properti di Indonesia, hal yang berpengaruh terhadap permasalahan kepemilikan rumah adalah pembiayaan perumahan yang ketat. Saat ini, skema pembiayaan populer yang ditawarkan oleh bank adalah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), di mana salah satu syarat untuk terkualifikasi dalam mengajukan skema ini adalah lolos SLIK atau yang sebelumnya disebut BI Checking.