Terlilit Utang Rp1,3 Miliar, Muslim Milenial Ini Sukses Jadi Produsen Keripik
Mahmuda attar hussein
Kamis, 05 Agustus 2021 - 13:59 WIB
Ilustrasi keripik produksi Bagas Alimpad. Foto: Langit7/Istock
Masa muda orang Indonesia kebanyakan dihabiskan dengan urusan pendidikan sekolah dan bergaul. Tapi tidak dengan muslim milenial satu ini. Muslim asal Kediri ini, justru menghabiskan waktunya untuk berbisnis, bahkan sejak masih duduk di bangku SMP. NamanyaBagas Alimpad.
Dia mengalami fase masa pahit. Bisnis yang ia jalankan ternyata bermasalah karena urusan legalitas yang tidak jelas. Iya, mungkin milenial sekarang ini juga tidak asing dengan multilevel, di mana ia juga sempat terjun dan masuk ke dalam bisnis tersebut.
Bagas Alimpad, muslim kelahiran 24 tahun lalu ini sempat ikut dalam urusan multilevel ketika masih sekolah. Setelah bisnis yang dijalankannya terbukti ilegal, namanya pun ikut terseret dan berurusan dengan pihak kepolisian.
“Sempat ikut karena tergiur, di multilevel banyak pembelajaran, meskipun endingnya kasus, tapi itu pembelajaran tersendiri, dari situ juga saya belajar bagaimana merekrut, memahami karakter, mengelola orang. Alhamdulillah saya bukan terdakwa, saya sebagai korban karena turut diajak,” ujarnya dikanal Youtube Pecah Telur.
Tidak berhenti di situ, beranjak SMA ia berupaya untuk melakukan usaha lain yang saat itu adalah money game. Di mana dalam hal ini, transaksi uang dilakukan tanpa ada barang fisik yang jelas.
Dari situ Bagas mulai kembali terjerat kasus, setelah banyak pihak yang berinvestasi pada money game, ternyata bisnis ini juga ilegal. Dari dana investasi yang terkumpul hingga Rp1,3 miliar itu tidak jelas ke mana rimbanya, sedangkan ia menanggung semua beban cobaan itu.
“Di situ awal mula kebangkrutan, saat itu terkumpul Rp1,3 miliar dan saya bangkrut. Beban moral dan moril saya rasakan. Tapi, siapa saya sekarang adalah saya yang kemarin, tidak mungkin berada di titik sekarang ini, jika tidak berada di titik pahit kemarin,” jelasnya.
Dia mengalami fase masa pahit. Bisnis yang ia jalankan ternyata bermasalah karena urusan legalitas yang tidak jelas. Iya, mungkin milenial sekarang ini juga tidak asing dengan multilevel, di mana ia juga sempat terjun dan masuk ke dalam bisnis tersebut.
Bagas Alimpad, muslim kelahiran 24 tahun lalu ini sempat ikut dalam urusan multilevel ketika masih sekolah. Setelah bisnis yang dijalankannya terbukti ilegal, namanya pun ikut terseret dan berurusan dengan pihak kepolisian.
“Sempat ikut karena tergiur, di multilevel banyak pembelajaran, meskipun endingnya kasus, tapi itu pembelajaran tersendiri, dari situ juga saya belajar bagaimana merekrut, memahami karakter, mengelola orang. Alhamdulillah saya bukan terdakwa, saya sebagai korban karena turut diajak,” ujarnya dikanal Youtube Pecah Telur.
Tidak berhenti di situ, beranjak SMA ia berupaya untuk melakukan usaha lain yang saat itu adalah money game. Di mana dalam hal ini, transaksi uang dilakukan tanpa ada barang fisik yang jelas.
Dari situ Bagas mulai kembali terjerat kasus, setelah banyak pihak yang berinvestasi pada money game, ternyata bisnis ini juga ilegal. Dari dana investasi yang terkumpul hingga Rp1,3 miliar itu tidak jelas ke mana rimbanya, sedangkan ia menanggung semua beban cobaan itu.
“Di situ awal mula kebangkrutan, saat itu terkumpul Rp1,3 miliar dan saya bangkrut. Beban moral dan moril saya rasakan. Tapi, siapa saya sekarang adalah saya yang kemarin, tidak mungkin berada di titik sekarang ini, jika tidak berada di titik pahit kemarin,” jelasnya.