Anwar Abbas Imbau Pemerintah Lebih Peka terhadap Masalah Bangsa
Jaja Suhana
Selasa, 21 Juni 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas mengimbau pemerintah lebih peka terhadap permasalahan bangsa. Sebab, menurut dia, banyak masalah di masyarakat yang belum teratasi hingga saat ini.
Ia menyebutkan bahwa saat ini negara dalam keadaan tidak baik-baik saja. Tingkat keresahan dan kekecewaan masyarakat terhadap penyelenggaran negara dan penegakkan hukum dianggap sebagai pemicunya.
"Untuk itu kita harapkan agar seluruh pemimpin dan penguasa serta para penegak hukum di negeri ini harus mampu mempertajam mata dan mempernyaring telinganya, lalu dengarlah suara rakyat," ujar Buya Anwar dalam keterangan yang diterimaLangit7, Selasa (21/6/2022).
Baca Juga:MUI dan Ormas Islam Minta LGBT Dikategorikan Pidana, Pelaku Harus Didampingi
Lebih lanjut, Buya Anwar mengatakan bahwa pemerintah jangan hanya terpaku pada isu khilafah dan radikalisme di Tanah Air. Menurut dia, faham liberalisme dan kapitalisme sama berbahayanya dan dapat mengancam keutuhan Pancasila dan UUD 1945.
"Di samping itu apakah mereka tidak melihat adanya praktek korupsi dan kolusi serta nepotisme (KKN) yang sudah menggurita di negeri ini yang hal itu tentu akan sangat membahayakan dan mengancam masa depan bangsa ini?," katanya.
Lebih jauh, Buya Anwar menjelaskan kekecewaan masyarakat terhadap sebagian para pemimpin bangsa dan semakin masifnya oligarki dalam politik dan ekonomi. Ia mengkhawatirkan terjadinya reformasi jilid dua bila masalah tersebut tidak segera diantispasi dengan bijaksana.
Ia menyebutkan bahwa saat ini negara dalam keadaan tidak baik-baik saja. Tingkat keresahan dan kekecewaan masyarakat terhadap penyelenggaran negara dan penegakkan hukum dianggap sebagai pemicunya.
"Untuk itu kita harapkan agar seluruh pemimpin dan penguasa serta para penegak hukum di negeri ini harus mampu mempertajam mata dan mempernyaring telinganya, lalu dengarlah suara rakyat," ujar Buya Anwar dalam keterangan yang diterimaLangit7, Selasa (21/6/2022).
Baca Juga:MUI dan Ormas Islam Minta LGBT Dikategorikan Pidana, Pelaku Harus Didampingi
Lebih lanjut, Buya Anwar mengatakan bahwa pemerintah jangan hanya terpaku pada isu khilafah dan radikalisme di Tanah Air. Menurut dia, faham liberalisme dan kapitalisme sama berbahayanya dan dapat mengancam keutuhan Pancasila dan UUD 1945.
"Di samping itu apakah mereka tidak melihat adanya praktek korupsi dan kolusi serta nepotisme (KKN) yang sudah menggurita di negeri ini yang hal itu tentu akan sangat membahayakan dan mengancam masa depan bangsa ini?," katanya.
Lebih jauh, Buya Anwar menjelaskan kekecewaan masyarakat terhadap sebagian para pemimpin bangsa dan semakin masifnya oligarki dalam politik dan ekonomi. Ia mengkhawatirkan terjadinya reformasi jilid dua bila masalah tersebut tidak segera diantispasi dengan bijaksana.