Apakah Semua Bid’ah Otomatis Sesat? Begini Penjelasan Ulama
Muhajirin
Kamis, 23 Juni 2022 - 04:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya berjudul Nuruzh Zhalam mengatakan, tidak semua bid’ah itu dholalah (sesat). Sebab hukum bid’ah tidak tunggal, bisa berubah-ubah sesuai dengan kaidah dan dalil syariat.
Maka itu, hukum bid’ah bisa menjadi haram, makruh, mubah, sunnah, dan bahkan bisa menjadi wajib. Salah satu contoh bid’ah wajib adalah mendokumentasikan Al-Qur’an.
Mengulas kitab Nuruzh Zhalam, akun twitter @walipustaka menyebut pada masa Rasulullah SAW, Al-Qur’an tidak dicetak seperti sekarang ini. Para sahabat menulis teks Al-Qur’an di pelepah kurma, tulang-tulang kering, hingga di batu.
Baca Juga:Sosok Syaikh Nawawi yang Namanya Menjadi Nama Jalan di Jakarta
Akan tetapi, menyampaikan seluruh Al-Qur’an dan memastikan isinya sama persis seperti yang disampaikan nabi SAW adalah sebuah kewajiban. Maka, mendokumentasikan Al-Qur’an, meskipun bid’ah, adalah wajib.
Contoh bid’ah sunnah bisa ditemukan saat malam Ramadhan, yakni jamaah shalat tarawih. Umar bin Khattab berkomentar, “inilah sebaik-baiknya bid’ah.
Pembangunan madrasah, sekolah, dan berbagai lembaga pendidikan juga termasuk bid'ah namun sunnah. Itu karena ada kemaslahatan umat Islam di dalamnya. Bid'ah mubah malah banyak lagi. Ibnu Hajar berkata, "Menambah kelezatan makanan dan minuman itu boleh.”
Maka itu, hukum bid’ah bisa menjadi haram, makruh, mubah, sunnah, dan bahkan bisa menjadi wajib. Salah satu contoh bid’ah wajib adalah mendokumentasikan Al-Qur’an.
Mengulas kitab Nuruzh Zhalam, akun twitter @walipustaka menyebut pada masa Rasulullah SAW, Al-Qur’an tidak dicetak seperti sekarang ini. Para sahabat menulis teks Al-Qur’an di pelepah kurma, tulang-tulang kering, hingga di batu.
Baca Juga:Sosok Syaikh Nawawi yang Namanya Menjadi Nama Jalan di Jakarta
Akan tetapi, menyampaikan seluruh Al-Qur’an dan memastikan isinya sama persis seperti yang disampaikan nabi SAW adalah sebuah kewajiban. Maka, mendokumentasikan Al-Qur’an, meskipun bid’ah, adalah wajib.
Contoh bid’ah sunnah bisa ditemukan saat malam Ramadhan, yakni jamaah shalat tarawih. Umar bin Khattab berkomentar, “inilah sebaik-baiknya bid’ah.
Pembangunan madrasah, sekolah, dan berbagai lembaga pendidikan juga termasuk bid'ah namun sunnah. Itu karena ada kemaslahatan umat Islam di dalamnya. Bid'ah mubah malah banyak lagi. Ibnu Hajar berkata, "Menambah kelezatan makanan dan minuman itu boleh.”