home edukasi & pesantren

Ditempa 24 Jam, Murid Pesantren Jadi Lebih Kuat Mental

Sabtu, 25 Juni 2022 - 08:02 WIB
Santri di sekolah agama ditempa ilmu agama dan umum selama 24 jam sehingga membuat kesehatan mentalnya baik. Foto: Langit7/iStock.
Mengharapkan buah hati tumbuh sebagai anak yang taat agama dan berakal budi baik merupakan impian semua orang tua. Alasan itu membuat banyak orang tua ingin menyekolahkan anak di tempat yang bagus agar mereka dapat bertumbuh dengan baik.

Salah satu sekolah yang menjadi pilihan yaknipesantren, sebuah asrama pendidikan tradisional. Para santri tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai, ustadz atau ustadzah.

Baca juga: Film Ranah 3 Warna, Kisah Anak Pesantren Kejar Cita-cita Sampai ke Kanada

Mudirah Pesantren Modern Tahfidz Daar Assalam Attahiriyah, Umi Anik Retnowati mengatakan dalam pesantren anak dilatih selama 24 jam, yang beda halnya dengan sekolah umum. Karena itu, potensi kemandirian anak tidak terjadi dan tidak terbina dengan baik saat di sekolah umum.

"Di dalam pesantren semuanya ditempa. Tidak hanya ilmu pelajaran saja tetapi ilmu umum agama, interaksi dengan orang lain, interaksi dengan guru, dan interaksi dengan Kyai selama 24 jam. Sehingga mereka bisa cerdas dalam hard skill dan soft skill," ujar Umi Anik dalam acara bertajuk "Anak Pesantren, HarusKah?," Jumat (24/6/2022).

Hal tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang identik dengan anak-anak zaman sekarang. Di pesantren, menurut Umi Anik, santri diasah hard skill dan soft skill-nya. Sehingga, membuat santri-santri memiliki mental yang kuat.

"Jika hari ini ada istilah kena mental maka pondokan anak Anda, itu solusinya supaya mereka memiliki kekuatan mental," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
santri pendidikan sekolah pesantren
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya