LANGIT7.ID - , Jakarta - Mengharapkan buah hati tumbuh sebagai anak yang taat agama dan berakal budi baik merupakan impian semua orang tua. Alasan itu membuat banyak orang tua ingin menyekolahkan anak di tempat yang bagus agar mereka dapat bertumbuh dengan baik.
Salah satu sekolah yang menjadi pilihan yakni
pesantren, sebuah asrama pendidikan tradisional. Para santri tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai, ustadz atau ustadzah.
Baca juga: Film Ranah 3 Warna, Kisah Anak Pesantren Kejar Cita-cita Sampai ke KanadaMudirah Pesantren Modern Tahfidz Daar Assalam Attahiriyah, Umi Anik Retnowati mengatakan dalam pesantren anak dilatih selama 24 jam, yang beda halnya dengan sekolah umum. Karena itu, potensi kemandirian anak tidak terjadi dan tidak terbina dengan baik saat di sekolah umum.
"Di dalam pesantren semuanya ditempa. Tidak hanya ilmu pelajaran saja tetapi ilmu umum agama, interaksi dengan orang lain, interaksi dengan guru, dan interaksi dengan Kyai selama 24 jam. Sehingga mereka bisa cerdas dalam
hard skill dan
soft skill," ujar Umi Anik dalam acara bertajuk "Anak Pesantren, HarusKah?," Jumat (24/6/2022).
Hal tersebut berkaitan dengan kondisi
kesehatan mental yang identik dengan anak-anak zaman sekarang. Di pesantren, menurut Umi Anik, santri diasah
hard skill dan
soft skill-nya. Sehingga, membuat santri-santri memiliki mental yang kuat.
"Jika hari ini ada istilah kena mental maka pondokan anak Anda, itu solusinya supaya mereka memiliki kekuatan mental," katanya.
Lebih lanjut, Umi Anik mengatakan orang tua terkadang lupa ada sebuah sistem pendidikan yang sangat representatif, yang sangat mengakomodir segala kekuatan, kelemahan dan potensi anak didik.
Baca juga: Unik, Pesantren Sidogiri Sediakan Ribuan Sandal Umum agar Tak Ada Ghasab "Terkadang orang tua melihat pesantren sebagai pilihan terakhir setelah anaknya tidak diterima di sekolah tujuan. Bahkan ada orang tua yang membuat label bahwa karena anaknya nakal ia ingin memasukkan ke dalam pesantren biar lebih baik," tuturnya.
"Dari situ akhirnya orang menganggap pesantren sebagai tempat untuk pencucian akal budi manusia. Tetapi jika dimaknai lebih dalam, pesantren itu banyak hal-hal positif, yang tidak dapatkan di sekolah umum. Salah satu contoh, sholat 5 waktu anak akan selalu terjaga itu dan banyak lagi," pungkas Umi Anik.
(est)