Tafsir Al Maidah Ayat 27: Allah Hanya Terima Kurban Orang yang Bertakwa
Jaja Suhana
Ahad, 26 Juni 2022 - 08:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Perintah berkurban kepada putra Nabi Adam alaihissalam disebut sebagai sejarah kurban pertama umat manusia. Ketika itu Habil dan Qabil diperintahkan berkurban untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka.
Allah SWT kemudian menerima kurban Habil, yakni seekor kambing kibas yang besar dan sehat. Sedangkan kurban Qabil tidak diterima lantaran buah-buahan yang ia persembahkan sudah rusak dan busuk.
Dari cerita tersebut para ulama berpendapat bahwa Allah menerima kurban dari orang-orang yang ikhlas dan dengan persembahan terbaik. Sedangkan kurban yang dilakukan karena hawa nafsu serta persembahan buruk tidak diterima oleh Allah.
Baca Juga:Tafsir Al Araf Ayat 23: Allah Ampuni Dosa Hamba yang Bertaubat
Kisah kurban Qabil dan Habil diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 27:
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa". (QS Al-Maidah: 27).
Allah SWT kemudian menerima kurban Habil, yakni seekor kambing kibas yang besar dan sehat. Sedangkan kurban Qabil tidak diterima lantaran buah-buahan yang ia persembahkan sudah rusak dan busuk.
Dari cerita tersebut para ulama berpendapat bahwa Allah menerima kurban dari orang-orang yang ikhlas dan dengan persembahan terbaik. Sedangkan kurban yang dilakukan karena hawa nafsu serta persembahan buruk tidak diterima oleh Allah.
Baca Juga:Tafsir Al Araf Ayat 23: Allah Ampuni Dosa Hamba yang Bertaubat
Kisah kurban Qabil dan Habil diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 27:
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa". (QS Al-Maidah: 27).