LANGIT7.ID, Jakarta - Perintah berkurban kepada putra Nabi Adam alaihissalam disebut sebagai sejarah kurban pertama umat manusia. Ketika itu Habil dan Qabil diperintahkan berkurban untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka.
Allah SWT kemudian menerima kurban Habil, yakni seekor kambing kibas yang besar dan sehat. Sedangkan kurban Qabil tidak diterima lantaran buah-buahan yang ia persembahkan sudah rusak dan busuk.
Dari cerita tersebut para ulama berpendapat bahwa Allah menerima kurban dari orang-orang yang ikhlas dan dengan persembahan terbaik. Sedangkan kurban yang dilakukan karena hawa nafsu serta persembahan buruk tidak diterima oleh Allah.
Baca Juga: Tafsir Al Araf Ayat 23: Allah Ampuni Dosa Hamba yang BertaubatKisah kurban Qabil dan Habil diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 27:
وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa". (QS Al-Maidah: 27).
Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam tafsir Min fathil Qadir menjelaskan kurban yang dipersembahkan Qabil adalah seikat biji-bijian karena ia bekerja dengan bercocok tanam, ia memilih hasil terburuk dari tanamannya. Sedangkan Habil berkurban kambing kibas terbaik karena ia seorang pengembala.
Baca Juga: Tafsir Al Baqarah Ayat 36: Adam dan Hawa Terpedaya Godaan IblisMaka Allah menerima kurbannya Habil dan mengangkatnya ke surga dan tidak menerima kurban Qabil. Hal itu membuat Qabil dengki dan membunuh saudaranya itu.
Kemudian Habil berkata: Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Menurut Sulaiman Al Asyqar, seakan akan Habil berkata ke saudaranya: Sesungguhnya kamu mendapat hal yang menimpamu karena perbuatanmu sendiri. Karena sebenarnya kurbanmu tidak diterima karena kamu tidak bertakwa.
Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa salah satu ciri orang bertakwa, yakni menafkahkan sebagian dari harta yang dimiliki. Tentu saja harta yang dikeluarkan harus diniatkan dengan ikhlas, karena Allah menilai keikhlasan seseorang.
Baca Juga:Kiai Aceng Zakaria: Kader Persis Harus Miliki Spesifikasi IlmuMelakukan suatu amalan hendaknya dilakukan dengan bersungguh-sungguh, tidak hanya sekadar menjalankan perintah. Hal itu pernah diamanahkan oleh Sayyidina Ali: "Hendaklah kalian lebih bersemangat dalam melakukan satu amalan agar Allah menerima amalan tersebut ketimbang beramal untuk memperbanyak amalan tersebut".
Surat Al Maidah ayat 27 juga menceritakan sikap orang bertakwa saat diancam oleh seseorang. Habil tidak takut pada ancaman pembunuhan kakaknya Qabil, dan menyerahkan semuanya kepada Allah.
Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa."
Habil seakan-akan berkata: Hai saudaraku, sesungguhnya amalan akan diterima dari orang-orang yang bertakwa, maka jadilah orang yang bertakwa agar Allah menerima amalmu. Penyebutan ketakwaan pada keadaan seperti itu bertujuan agar dia (Qabil) takut dan berhenti dari niat jahatnya.
Baca Juga: Masjid Islamic Center BSD, Pusat Kegiatan Islam di Kota Tangsel(zhd)