LANGIT7.ID, Jakarta - Nabi Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga lantaran memakan buah terlarang, yakni buah khuldi. Kemudian keduanya diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda dan hanya seorang diri.
Tentu Adam merindukan istrinya Hawa, begitu juga sebaliknya. Mereka harus menjalani penderitaan lantaran melanggar larangan Allah SWT.
Kemudian Adam dan Hawa bertaubat dan berdoa agar dosa mereka diampuni oleh Allah. Mereka sadar telah menganiaya diri sendiri dengan berbuat zalim dan mengikuti ajakan setan.
Baca Juga: Tafsir Al Kautsar Ayat 1-3: Shalat dan Qurban Semata karena AllahAllah SWT mengabadikan kisah taubat Adam dan Hawa dalam surat Al Araf ayat 23:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Artinya: Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS Al A'raf ayat 23).
Menurut Syekh Sulaiman Al Asyqar, ayat ini menjelaskan bahwa Adam dan Hawa mengaku berbuat salah. Keduanya mengaku telah menganiaya diri sendiri dengan terjerumus melanggar larangan Allah.
Berbeda dengan iblis yang tidak meminta maaf dari kemaksiatannya dan memohon ampun kepada Allah. Malah ia menjadi sombong dan merasa paling unggul dari Adam.
Baca Juga: Marak Aksi 'Begal' Rekening, Kenali 4 Modus Ini agar Tak TertipuSyekh Abdurrahman bin Nashir menjelaskan bahwa Allah SWT kemudian mendengar dan mengampuni Adam dan Hawa. Kemudian memberi petunjuk kepada keduanya agar kembali bertemu.
Sedangkan iblis tidak mau berhenti dari kesewenang-wenangannya dan tidak mau meninggalkan kemaksiatan.
Ia menambahkan barang siapa yang bertaubat maka Allah akan mengampuninya dan memberinya petunjuk. Sedangkan barang siapa yang meniru iblis jika dia melakukan dosa dengan menambah kemaksiatan, maka dia semakin menjauhkan diri dari Allah.
Baca Juga: Kronologi KA Argo Sindoro Tabrak Avanza: Mobil Mogok di Tengah Rel(zhd)