home global news

Sri Lanka Bangkrut, Ratusan Warga Antre BBM Berjam-jam di SPBU

Senin, 27 Juni 2022 - 16:27 WIB
Ilustrasi masyarakat Sri Lanka mengantre BBM di SPBU. (Foto: Langit7.id/iStock)
Sri Lanka mengalami krisis ekonomi yang mendalam. Negara di Asia Selatan itu gagal membayar utang luar negeri (ULN) USD51 miliar atau Rp754,8 triliun (kurs Rp 14.800) sehingga dinyatakan bangkrut.

Atas hal tersebut, Sri Lanka mengalami kekurangan makanan, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan pokok lainnya. Ratusan ribu pengendara saat ini menghabiskan waktu berjam-jam menunggu bensin dan solar.

Baca Juga:Sempat Tutup Haji karena Krisis Ekonomi, Sri Lanka Kini Izinkan Haji dengan Syarat

Menteri Energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera meminta maaf atas kekurangan BBM yang memburuk dalam krisis ini. Wijesekera mengatakan kargo minyak yang dijadwalkan tiba pekan lalu belum tiba.

"Pengiriman bensin, solar, dan minyak mentah yang dijadwalkan awal pekan ini dan minggu depan tidak akan terpenuhi tepat waktu karena alasan perbankan dan logistik," ujar Wijesekera, mengutip dari CNA, Senin (27/6/2022).

Krisis Sri Lanka memburuk karena kekurangan devisa parah untuk membiayai impor barang paling penting, termasuk makanan, bahan bakar, hingga obat-obatan. Negara berpenduduk 22 juta orang itu kemudian meminta bantuan internasional.

Baca Juga:Krisis Ekonomi, 1.585 Jemaah Sri Lanka Gagal Berangkat Haji
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bangkrut bbm krisis ekonomi sri lanka
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya