Pengamat: Pemegang Saham Holywings Harus Bertanggung Jawab
Fajar adhitya
Selasa, 28 Juni 2022 - 10:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Promosi minuman beralkohol bernama Muhammad dan Maria ala Holywings menuai kontroversi dan menimbulkan keresahan masyarakat. Pemilik dan pemegang saham harus bertanggung jawab atas dugaan penistaan agama.
Enam pegawai yang terlibat dalam peluncuran promosi alkohol gratis untuk Muhammad dan Maria telah ditahan kepolisian. Manajemen Holywings memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga selesai.
Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menilai jajaran inti pemiliki dan pengelola Holywings lepas tangan dan memberikan beban hukuman hanya kepada enam karyawan tersebut. Padahal sebagai entitas bisnis, promosi adalah strategis, tidak hanya beban karyawan.
Baca Juga:Pemprov DKI Cabut Izin Usaha Seluruh Outlet Holywings
“Urusan promosi adalah urusannya manajemen yang didukung penuh oleh pemegang saham,” kata Achmad kepada Langit7.id, Selasa (28/6/2022).
Achmad menilai, upaya Hotman Paris sebagai salah satu pemilik saham Holywings menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis sudah tepat. Umat Islam tentu saja akan membuka pintu maaf, tapi prosedur hukum harus terus berjalan.
Baca Juga:Cegah Konflik Rumah Tangga, Ustadz Ginanjar: Utamakan Komunikasi
Enam pegawai yang terlibat dalam peluncuran promosi alkohol gratis untuk Muhammad dan Maria telah ditahan kepolisian. Manajemen Holywings memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga selesai.
Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menilai jajaran inti pemiliki dan pengelola Holywings lepas tangan dan memberikan beban hukuman hanya kepada enam karyawan tersebut. Padahal sebagai entitas bisnis, promosi adalah strategis, tidak hanya beban karyawan.
Baca Juga:Pemprov DKI Cabut Izin Usaha Seluruh Outlet Holywings
“Urusan promosi adalah urusannya manajemen yang didukung penuh oleh pemegang saham,” kata Achmad kepada Langit7.id, Selasa (28/6/2022).
Achmad menilai, upaya Hotman Paris sebagai salah satu pemilik saham Holywings menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis sudah tepat. Umat Islam tentu saja akan membuka pintu maaf, tapi prosedur hukum harus terus berjalan.
Baca Juga:Cegah Konflik Rumah Tangga, Ustadz Ginanjar: Utamakan Komunikasi