Epidemiologi UGM: Peningkatan Covid-19 akibat Lebaran dan Omicron
Mahmuda attar hussein
Selasa, 28 Juni 2022 - 15:50 WIB
Epidemiologi UGM: Peningkatan Covid-19 akibat Lebaran dan Omicron. (Foto: Istimewa).
Epidemiolog UGM, dr. Riris Andono Ahmad menyebutkan, terjadinya peningkatan kasus Covid-19 diakibatkan oleh klaster libur lebaran dan varian Omicron.
Seperti diketahui, terjadi penambahan 1.445 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Menurut laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Senin (27/6/2022) kemarin, total kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air berjumlah 6.081.896 orang.
"Peningkatan kasus harian ini kemungkinan disebabkan libur mudik Lebaran. Sebab, lonjakan kasus mulai meningkat sepekan setelahnya dan juga adanya penyebaran varian baru Omicron BA.4 dan BA.5. Bisa (kemungkinan) dua-duanya,” kata Riris dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).
Kendati demikian, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit tidak meningkat. Namun justru sebaliknya, yakni mengalami penurunan.
Baca Juga: Covid-19 di Jakarta Melonjak Capai 7.823 Kasus Aktif
Hal itu dikarenakan kekebalan tubuh masyarakat yang sudah kian meningkat usai menerima vaksin primer dan booster. Dia tetap mengingatkan bahwa tingkat kekebalan tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu, sehingga protokol kesehatan tetap perlu diterapkan.
"Anjuran pemerintah agar tetap memakai masker jika berada di dalam ruangan tertutup, dan boleh membuka masker saat berada di luar ruangan. Tapi itu tetap saja menimbulkan risiko terjadinya penularan," jelasnya.
Seperti diketahui, terjadi penambahan 1.445 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Menurut laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Senin (27/6/2022) kemarin, total kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air berjumlah 6.081.896 orang.
"Peningkatan kasus harian ini kemungkinan disebabkan libur mudik Lebaran. Sebab, lonjakan kasus mulai meningkat sepekan setelahnya dan juga adanya penyebaran varian baru Omicron BA.4 dan BA.5. Bisa (kemungkinan) dua-duanya,” kata Riris dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).
Kendati demikian, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit tidak meningkat. Namun justru sebaliknya, yakni mengalami penurunan.
Baca Juga: Covid-19 di Jakarta Melonjak Capai 7.823 Kasus Aktif
Hal itu dikarenakan kekebalan tubuh masyarakat yang sudah kian meningkat usai menerima vaksin primer dan booster. Dia tetap mengingatkan bahwa tingkat kekebalan tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu, sehingga protokol kesehatan tetap perlu diterapkan.
"Anjuran pemerintah agar tetap memakai masker jika berada di dalam ruangan tertutup, dan boleh membuka masker saat berada di luar ruangan. Tapi itu tetap saja menimbulkan risiko terjadinya penularan," jelasnya.