Kendaraan Pimpinan ACT Diklaim Hanya Inventaris
Muhajirin
Senin, 04 Juli 2022 - 20:57 WIB
Ilustrasi (Dok ACT)
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Hajar mengatakan, kendaraan mewah yang dipakai pimpinan ACT merupakan inventaris lembaga.
Lembaga filantropi tersebut mengklaim kendaraan tersebut digunakan untuk kepentingan penyaluran bantuan kemanusiaan.
"Kendaraan mewah dibeli tidak untuk permanen, hanya untuk tugas ketika dibutuhkan, untuk menunaikan program. Jadi semacam inventaris, bukan menetap di satu orang," ujar Ibnu Hajar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/7/2022).
Baca Juga:Hukum Ambil Uang Donasi untuk Jatah Panitia, Ini Kata Ustadz
Ibnu mengatakan kendaraan mewah itu digunakan untuk beberapa hal, seperti memuliakan para tamu hingga masuk ke daerah-daerah tertentu saat melaksanakan program. ACT kerap kedatangan tamu seperti tokoh agama yang datang dari berbagai daerah.
"Kendaraan ini lebih maksimal untuk membantu masyarakat. Termasuk untuk masuk ke daerah-daerah, untuk operasional tugas kami di lapangan," katanya.
Ibnu Hajar mengatakan, beberapa mobil mewah seperti Alphard, Pajero, hingga Honda CRV sudah dijual pada Februari 2022. Dana penjualan mobil tersebut digunakan untuk melanjutkan program yang tertunda.
Lembaga filantropi tersebut mengklaim kendaraan tersebut digunakan untuk kepentingan penyaluran bantuan kemanusiaan.
"Kendaraan mewah dibeli tidak untuk permanen, hanya untuk tugas ketika dibutuhkan, untuk menunaikan program. Jadi semacam inventaris, bukan menetap di satu orang," ujar Ibnu Hajar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/7/2022).
Baca Juga:Hukum Ambil Uang Donasi untuk Jatah Panitia, Ini Kata Ustadz
Ibnu mengatakan kendaraan mewah itu digunakan untuk beberapa hal, seperti memuliakan para tamu hingga masuk ke daerah-daerah tertentu saat melaksanakan program. ACT kerap kedatangan tamu seperti tokoh agama yang datang dari berbagai daerah.
"Kendaraan ini lebih maksimal untuk membantu masyarakat. Termasuk untuk masuk ke daerah-daerah, untuk operasional tugas kami di lapangan," katanya.
Ibnu Hajar mengatakan, beberapa mobil mewah seperti Alphard, Pajero, hingga Honda CRV sudah dijual pada Februari 2022. Dana penjualan mobil tersebut digunakan untuk melanjutkan program yang tertunda.