Selain Terapkan Prokes, Berikut Amalan Hadapi Pandemi
Muhajirin
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 09:10 WIB
ilustrasi seorang muslim berdzikir (foto: langit7.id/istock)
Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, KH Mu’in Abdurrohim, mengatakan, pandemi Covid-19 memang membawa rentetan kesulitan dalam kehidupan manusia. Namun, musibah itu tak sepatutnya membuat seseorang lupa bersyukur kepada Allah Ta’ala.
“Terpenting, kita harus selalu bersyukur kepada Allah. Jangan sampai adanya corona menjadikan kita tidak mensyukuri nikmat Allah,” kata Abah Mu’in dalam pengajian daring melalui facebook Kajian Abah Mu’in Abdurrohim, dikutip Sabtu (7/8/2021).
Dia menyebut bilai atau bala yang Allah turunkan kepada manusia bisa dihitung. Akan tetapi, berbeda dengan nikmat-Nya. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menghitung nikmat yang Dia turunkan kepada makhluk-Nya.
“Seharusnya kita tetap bersyukur karena Allah hanya menurunkan wabah Corona. Padahal, Dia lebih kuasa untuk menghilangkan semua manusia di muka bumi ini,” ucap dia. Dia mengumpamakan, jikalau tiba-tiba meteor jatuh ke bumi atau Allah Ta'ala menghilangkan air dari dalam bumi, bagaimana nasib manusia? kejadian seperti itu sangat mudah Allah.
Beliau lalu menyampaikan sejumlah nasihat dalam menghadapi pandemi. Pertama, usai shalat berjamaah usahakan beristighfar minimal satu kali. Istighfar bukan karena takut akan pandemi Covid-19 atau takut wafat dan lain sebagainya. Namun minimal seseorang mengakui dengan sepenuh hati bahwa ia adalah makhluk penuh dosa disertai penyerahan diri.
Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ketiga, jikalau lisan menganggur, misal tak membaca Al-Qur’an, maka lebih baik menyibukkan diri dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Jadi, kalau membaca shalawat menyambung dengan nur Nabi Muhammad, semua alam raya ini juga berasal dari Nur Nabi Muhammad,” ucap dia.
“Terpenting, kita harus selalu bersyukur kepada Allah. Jangan sampai adanya corona menjadikan kita tidak mensyukuri nikmat Allah,” kata Abah Mu’in dalam pengajian daring melalui facebook Kajian Abah Mu’in Abdurrohim, dikutip Sabtu (7/8/2021).
Dia menyebut bilai atau bala yang Allah turunkan kepada manusia bisa dihitung. Akan tetapi, berbeda dengan nikmat-Nya. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menghitung nikmat yang Dia turunkan kepada makhluk-Nya.
“Seharusnya kita tetap bersyukur karena Allah hanya menurunkan wabah Corona. Padahal, Dia lebih kuasa untuk menghilangkan semua manusia di muka bumi ini,” ucap dia. Dia mengumpamakan, jikalau tiba-tiba meteor jatuh ke bumi atau Allah Ta'ala menghilangkan air dari dalam bumi, bagaimana nasib manusia? kejadian seperti itu sangat mudah Allah.
Beliau lalu menyampaikan sejumlah nasihat dalam menghadapi pandemi. Pertama, usai shalat berjamaah usahakan beristighfar minimal satu kali. Istighfar bukan karena takut akan pandemi Covid-19 atau takut wafat dan lain sebagainya. Namun minimal seseorang mengakui dengan sepenuh hati bahwa ia adalah makhluk penuh dosa disertai penyerahan diri.
Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ketiga, jikalau lisan menganggur, misal tak membaca Al-Qur’an, maka lebih baik menyibukkan diri dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Jadi, kalau membaca shalawat menyambung dengan nur Nabi Muhammad, semua alam raya ini juga berasal dari Nur Nabi Muhammad,” ucap dia.