Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Selain Terapkan Prokes, Berikut Amalan Hadapi Pandemi

Muhajirin Sabtu, 07 Agustus 2021 - 09:10 WIB
Selain Terapkan Prokes, Berikut Amalan Hadapi Pandemi
ilustrasi seorang muslim berdzikir (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, KH Mu’in Abdurrohim, mengatakan, pandemi Covid-19 memang membawa rentetan kesulitan dalam kehidupan manusia. Namun, musibah itu tak sepatutnya membuat seseorang lupa bersyukur kepada Allah Ta’ala.

“Terpenting, kita harus selalu bersyukur kepada Allah. Jangan sampai adanya corona menjadikan kita tidak mensyukuri nikmat Allah,” kata Abah Mu’in dalam pengajian daring melalui facebook Kajian Abah Mu’in Abdurrohim, dikutip Sabtu (7/8/2021).

Dia menyebut bilai atau bala yang Allah turunkan kepada manusia bisa dihitung. Akan tetapi, berbeda dengan nikmat-Nya. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menghitung nikmat yang Dia turunkan kepada makhluk-Nya.

“Seharusnya kita tetap bersyukur karena Allah hanya menurunkan wabah Corona. Padahal, Dia lebih kuasa untuk menghilangkan semua manusia di muka bumi ini,” ucap dia. Dia mengumpamakan, jikalau tiba-tiba meteor jatuh ke bumi atau Allah Ta'ala menghilangkan air dari dalam bumi, bagaimana nasib manusia? kejadian seperti itu sangat mudah Allah.

Beliau lalu menyampaikan sejumlah nasihat dalam menghadapi pandemi. Pertama, usai shalat berjamaah usahakan beristighfar minimal satu kali. Istighfar bukan karena takut akan pandemi Covid-19 atau takut wafat dan lain sebagainya. Namun minimal seseorang mengakui dengan sepenuh hati bahwa ia adalah makhluk penuh dosa disertai penyerahan diri.

Kedua, disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ketiga, jikalau lisan menganggur, misal tak membaca Al-Qur’an, maka lebih baik menyibukkan diri dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Jadi, kalau membaca shalawat menyambung dengan nur Nabi Muhammad, semua alam raya ini juga berasal dari Nur Nabi Muhammad,” ucap dia.

Abah Mu’in lalu menyampaikan, ada tiga amalan yang tidak boleh ditinggalkan. Pertama, tidak meninggalkan shalat berjamaah, meskipun shalat hanya dengan istri atau anak saja. Kedua, harus terus birrul walidain atau selalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Ketiga, memerangi hawa nafsu, yakni memerangi diri sendiri, salah satunya malas mengaji atau thalabul ilmi.

“Barang siapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu, itu berarti dia sedang berjuang di jalan Allah. Ketika Allah menghendaki kita kembali, maka syahid.” pungkasnya menyitir hadits Nabi SAW

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)