Niat dan Tata Cara Puasa Arafah Idul Adha
Fajar adhitya
Kamis, 07 Juli 2022 - 07:07 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Berpuasa merupakan salah satu amalan menjelang Idul Adha. Puasa sunnah yang dijalankan adalah Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah dan, Puasa Arafah
Puasa Dzulhijjah dianjurkan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Sedangkan tanggal 8 disebut Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Adapun syariat Puasa Dzulhijjah sebagaimana dicontohkan Rasulullah tertuang dalam hadits yang diceritakan Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
Baca juga:Haruskah Puasa Arafah Berdasarkan Waktu Saudi? Ini Penjelasan Ulama
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Di antara sahabat yang mempraktikkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut untuk berpuasa. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama.
Puasa Dzulhijjah dianjurkan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Sedangkan tanggal 8 disebut Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Adapun syariat Puasa Dzulhijjah sebagaimana dicontohkan Rasulullah tertuang dalam hadits yang diceritakan Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
Baca juga:Haruskah Puasa Arafah Berdasarkan Waktu Saudi? Ini Penjelasan Ulama
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Di antara sahabat yang mempraktikkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut untuk berpuasa. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama.