LANGIT7.ID, Jakarta - Berpuasa merupakan salah satu amalan menjelang Idul Adha. Puasa sunnah yang dijalankan adalah Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah dan, Puasa Arafah
Puasa Dzulhijjah dianjurkan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Sedangkan tanggal 8 disebut Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Adapun syariat Puasa Dzulhijjah sebagaimana dicontohkan Rasulullah tertuang dalam hadits yang diceritakan Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
Baca juga: Haruskah Puasa Arafah Berdasarkan Waktu Saudi? Ini Penjelasan Ulamaكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Di antara sahabat yang mempraktikkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut untuk berpuasa. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama.
Tata Puasa Dzulhijjah Puasa Dzulhijjah dilaksankan pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Sedangkan tanggal 8 disebut sebagai Puasa Tarwiyah, dan puasa tanggal 9 Dzulhijjah disebut Puasa Arafah.
Baca juga: Keutamaan Puasa Zulhijah: Penghapus Dosa dan Pahala Berlipat GandaNiat Puasa Dzulhijjah Niat puasa Dzulhijjah seperti puasa lainnya, baik wajib maupun sunnah, yakni dilafalkan di dalam hati sebelum adzan Subuh. Namun, karena termasuk puasa sunnah, bila lupa berniat sebelum Subuh maka dapat dilafalkanpada siang hari.
Redaksinya dapat menggunakan bahasa Indonesia berniat puasa sunnah maupun redaksi lain yang diajarkan ulama, misalnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.” Adapun bacaan niat puasa Tarwiyah dan Arafah adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.” نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
(sof)