home global news

Kepala BMKG Dwikorita Paparkan Fakta Kenapa Kita Harus Waspada

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 09:42 WIB
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Badai tropis, banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan kekeringan, merupakan bencana alam yang patut diwaspadai kedatangannya. Bencana alam di Indonesia diprediksi akan lebih sering terjadi dengan intensitas yang lebih kuat.

Dengan mencairnya es di puncak Jaya Wijaya Papua yang diprediksi akan punah pada tahun 2025 dan naiknya muka air laut, menjadi tanda-tanda bahwa penduduk sekitar harus waspada. Dari fenomena tersebut, mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim sudah mendesak untuk mencegah risiko dan kerugian yang lebih besar. Karena itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta mempersiapkan skenario terburuk akibat bencana alam serta dampak perubahan iklim.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati membeberkan sejumlah fakta yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) bahwa suhu tahun 2020 menjadi salah satu dari 3 tahun terpanas yang pernah tercatat meski terjadi La Nina.

Selain itu, temperatur rata-rata global permukaan Bumi saat ini sudah mencapai 1,2 derajat Celsius lebih tinggi daripada tahun 1850-an. Di Indonesia, berdasarkan pengamatan BMKG, pada tahun 2020 merupakan tahun terpanas kedua dalam catatan dan pengamatan dari 91 stasiun BMKG yang menunjukkan suhu rata-rata permukaan pada tahun 2020 lebih tinggi 0,7 derajat Celsius dari rata-rata periode referensi tahun 1981-2010.

Situasi tersebut memicu pergeseran pola musim dan suhu udara yang mengakibatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi, salah satunya kebakaran hutan dan lahan yang tidak hanya dipengaruhi kondisi kekeringan ekstrem, tetapi juga menyebabkan peningkatan emisi karbon dan partikulat ke udara.

“Saya berharap fakta-fakta ini dapat perhatian kita bersama guna mencegah pemanasan global makin parah,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat malam (6/8/2021).

BMKG meminta komitmen penuh pemerintah daerah dalam aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Peran pemerintah daerah penting karena laju pembangunan di daerah sangat masif. “Aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim butuh komitmen politik karena harus dimulai dari kepala daerah yang diwujudkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bmkg bencana alam dwikorita karnawati mitigasi bencana
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya