Jubir Ponpes Shiddiqiyyah: Kasus Asusila MSAT Hanya Rekayasa
Muhajirin
Sabtu, 09 Juli 2022 - 17:32 WIB
Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang (foto: Google Photo/Kharismatullah Aditama)
Juru Bicara Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso Jombang, Angga, menegaskan, kasus asusila oleh putra pengasuh Ponpes Shiddiqiyah, Kiai Mukhtar Mukti, berinisial MSAT merupakan rekayasa.
“Praktek asusila di pondok sudah dipastikan itu rekayasa, jadi santri-santri ini dipaksa untuk mengaku dengan tekanan-tekanan,” kata Angga kepada LANGIT7. ID, Sabtu (9/8/2022).
Angga menjelaskan, lima santriwati yang diduga jadi korban sudah dipanggil secara kekeluargaan. Mereka mengakui tidak pelecehan seksual. Dari percakapan itu, pihak pesantren menemukan ada indikasi lima santri itu mendapat tekanan.
Rekayasa kasus ini bermula dari perseteruan antara mantan Istri KH Mukhtar yang bernama Ibu Endang dengan keluarga istri KH Mukhtar saat ini.
Baca Juga: Katib Syuriah PBNU Kritik Langkah Kemenag Bekukan Ponpes Shiddiqiyyah Jombang
Berbagai polemik terjadi sehingga memunculkan dua kubu di internal pesantren. Angga menyebut Ibu Endang memiliki niat tidak baik terhadap perkembangan pesantren.
“Praktek asusila di pondok sudah dipastikan itu rekayasa, jadi santri-santri ini dipaksa untuk mengaku dengan tekanan-tekanan,” kata Angga kepada LANGIT7. ID, Sabtu (9/8/2022).
Angga menjelaskan, lima santriwati yang diduga jadi korban sudah dipanggil secara kekeluargaan. Mereka mengakui tidak pelecehan seksual. Dari percakapan itu, pihak pesantren menemukan ada indikasi lima santri itu mendapat tekanan.
Rekayasa kasus ini bermula dari perseteruan antara mantan Istri KH Mukhtar yang bernama Ibu Endang dengan keluarga istri KH Mukhtar saat ini.
Baca Juga: Katib Syuriah PBNU Kritik Langkah Kemenag Bekukan Ponpes Shiddiqiyyah Jombang
Berbagai polemik terjadi sehingga memunculkan dua kubu di internal pesantren. Angga menyebut Ibu Endang memiliki niat tidak baik terhadap perkembangan pesantren.