Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Jubir Ponpes Shiddiqiyyah: Kasus Asusila MSAT Hanya Rekayasa

Muhajirin Sabtu, 09 Juli 2022 - 17:32 WIB
Jubir Ponpes Shiddiqiyyah: Kasus Asusila MSAT Hanya Rekayasa
Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso, Jombang (foto: Google Photo/Kharismatullah Aditama)
LANGIT7.ID, Jombang - Juru Bicara Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso Jombang, Angga, menegaskan, kasus asusila oleh putra pengasuh Ponpes Shiddiqiyah, Kiai Mukhtar Mukti, berinisial MSAT merupakan rekayasa.

“Praktek asusila di pondok sudah dipastikan itu rekayasa, jadi santri-santri ini dipaksa untuk mengaku dengan tekanan-tekanan,” kata Angga kepada LANGIT7. ID, Sabtu (9/8/2022).

Angga menjelaskan, lima santriwati yang diduga jadi korban sudah dipanggil secara kekeluargaan. Mereka mengakui tidak pelecehan seksual. Dari percakapan itu, pihak pesantren menemukan ada indikasi lima santri itu mendapat tekanan.

Rekayasa kasus ini bermula dari perseteruan antara mantan Istri KH Mukhtar yang bernama Ibu Endang dengan keluarga istri KH Mukhtar saat ini.

Baca Juga: Katib Syuriah PBNU Kritik Langkah Kemenag Bekukan Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Berbagai polemik terjadi sehingga memunculkan dua kubu di internal pesantren. Angga menyebut Ibu Endang memiliki niat tidak baik terhadap perkembangan pesantren.

“Indikasinya ada perebutan pengaruh di pondok dan kita melihat fakta-fakta yang ada. Kemudian, ada salah satu anak daripada grup sebelah Ibu Endang itu menyatakan ke beberapa teman-temannya, bahwa dia yang ingin menghancurkan,” tutur Angga.

Menurut Angga, Ibu Endang sengaja mengakomodir lima santriwati untuk mengaku sebagai korban pencabulan. Maka itu, dia meminta agar penyidik kepolisian memanggil Ibu Endang untuk dimintai keterangan.

“Ibu Endang ini adalah ibu asuh dari kelima santri-santri itu di pondok pesantren. Kelima santri yang dikatakan korban ini ada beberapa yang statusnya santri dan ada yang sudah dikeluarkan,” jelas Angga.

Baca Juga: Kecam Kasus Pencabulan MSAT, RMI NU Imbau Pesantren Jaga Integritas

Kepolisian Dinilai Hanya Melihat Kasus dari Permukaan Saja


Selain itu, Angga, mengatakan, pihak kepolisian hanya tahu sebatas permukaan dari kondisi keseluruhan yang tengah terjadi di internal Pesantren Shiddiqiyyah.

Angga menyebut, pihak pesantren punya alasan tidak segera menyerahkan MSAT ke pihak kepolisian. Itu karena kasus tersebut hanya rekayasa semata, akibat konflik internal yang tengah menimpa pesantren.

Sebelumnya, Polda Jatim mengerahkan ratusan personel untuk menangkap MSAT yang berada di pesantren. Pihak kepolisian menyebut diadang oleh sejumlah orang dan terpaksa menangkap mereka karena menghalangi petugas.

“Bayangin saja 300 orang diangkut dan lagi ada ratusan anak kecil di situ, 55 anak diangkut. Itu bukan kita melibatkan anak kecil Pak Polisi tetapi itu saatnya pembagian raport sayang sekali,” kata Angga.

Baca Juga: PBNU Nilai Demonstrasi Kekuatan Aparat di Ponpes Shiddiqiyyah Berlebihan

Menurut Angga, pihak kepolisian belum mendalami kasus itu secara mendalam. Polisi hanya melihat permukaan dan bertindak berdasarkan laporan sepihak.

“Makanya, apakah ini pengalihan isu nasional yang sedang terjadi dengan melibatkan kita atau seperti apa?,” kata Angga.

MSAT saat ini sudah menyerahkan diri ke polisi, setelah melewati beberapa insiden di lingkungan pesantren. Dia langsung dibawa ke Mapolda Jawa Timur dan ditahan di Lapas Medaeng, Sidoarjo.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)