Tafsir Al-Baqarah 286: Allah Tidak Bebani Hamba di Luar Kadarnya
Andi Muhammad
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:03 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Setiap manusia tidak luput dari ujian, baik ujian menyenangkan maupun ujian kesulitan yang membuat manusia berkeluh kesah. Pada sejatinya, ujian merupakan cara Allah SWT menaikkan derajat hamba-Nya, apakah dengan ujian itu manusia menjadi mulia atau hina.
Namun perlu diingat bahwa tidak aja ujian yang melebihi batas kemampuan setiap manusia. Hal tersebut sebagaimana Allah sampaikan dalam surat Al-Baqarah ayat 286. Dalam ayat tersebut Allah menyatakan bahwa setiap ujian yang dberikan kepada manusia sesuai dengan kadar kesanggupannya.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Baca Juga:Tafsir Surat Al-Kautsar: Syukur atas Nikmat Allah yang Berlimpah
Syekh Jalaludin al-Mahalli dalam tafsir Jalalain menjelaskan makna Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, artinya manusia mendapat apa yang diusahakannya berupa kebaikan. Artinya pahalanya dan ia beroleh pula dari hasil kejahatannya, yakni dosanya. Maka seseorang itu tidaklah menerima hukuman dari apa yang tidak dilakukannya.
Sementara Ibnu Katsir dalam tafsirnya menerangkan, seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya. Hal ini merupakan salah satu dari lemah-lembut Allah SWT kepada makhluk-Nya dan kasih sayang-Nya kepada mereka, serta kebaikan-Nya kepada mereka.
Namun perlu diingat bahwa tidak aja ujian yang melebihi batas kemampuan setiap manusia. Hal tersebut sebagaimana Allah sampaikan dalam surat Al-Baqarah ayat 286. Dalam ayat tersebut Allah menyatakan bahwa setiap ujian yang dberikan kepada manusia sesuai dengan kadar kesanggupannya.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Baca Juga:Tafsir Surat Al-Kautsar: Syukur atas Nikmat Allah yang Berlimpah
Syekh Jalaludin al-Mahalli dalam tafsir Jalalain menjelaskan makna Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, artinya manusia mendapat apa yang diusahakannya berupa kebaikan. Artinya pahalanya dan ia beroleh pula dari hasil kejahatannya, yakni dosanya. Maka seseorang itu tidaklah menerima hukuman dari apa yang tidak dilakukannya.
Sementara Ibnu Katsir dalam tafsirnya menerangkan, seseorang tidak dibebani melainkan sebatas kesanggupannya. Hal ini merupakan salah satu dari lemah-lembut Allah SWT kepada makhluk-Nya dan kasih sayang-Nya kepada mereka, serta kebaikan-Nya kepada mereka.