LANGIT7.ID, Jakarta - Surah Al-Kautsar merupakan surah pendek dalam Al-Qur'an yang terdiri dari tiga ayat. Kandungan pokok dari surah Al-qur'an ini adalah pemberian nikmat Allah SWT kepada hamba-Nya, 'maka dirikanlah salat dan berkurban'.
Surat Al-Kautsar diberikan kepada Rasulullah SAW, karena itu baginda Nabi memiliki keutamaan dan keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi pendahulunya. Rasulullah SAW bersabda:
"Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga. Padanya terdapat kebaikan yang baik. Umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat. Jumlah wadah-wadah (bejana-bejana) nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku." Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu"." (HR Ahmad, shahih).
Baca Juga: Tafsir Al-Maidah Ayat 2: Larangan Allah kepada Orang yang Hajiإِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan ketiga ayat dari Surah Al-kautsar sebagai berikut:
Ayat pertama, manusia tidak dapat menghitung kisaran nikmat itu sejak zaman nubuwah nabi hingga saat ini. Bagi hamba yang bersyukur, maka akan dilimpahi berkat untuk berkunjung ke telaga Kautsar, kemudian diberikan syafaat di hari kiamat. Betapa hal ini menjadi kabar gembira untuk umat Islam.
Baca Juga: Khutbah Idul Adha: 6 Keteladanan Keluarga Nabi IbrahimAyat kedua, salat menjadi bukti nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah. Ibadah satu ini akan memberikan pahala untuk siapa saja yang melaksanakannya. Selain itu, ada perintah untuk bekurban. Berkurban menjadi salah satu upaya untuk menyempurnakan ibadah manusia. Berkurban adalah langkah untuk saling berbagi dengan orang lain dalam bentuk daging, kulit, tulang, dan lainnya.
Ayat ketiga, pada proses turunnya ayat ini berkaitan dengan Abu Jahal sang paman Rasulullah yang ingkar pada petunjuk yang diberikannya. Hal ini memberikan gambaran bahwa siapa saja yang mengingkari pencerahan dari Nabi Muhammad, niscaya akan terputus rahmat dari Allah.
Merujuk pada tafsir di atas menjelaskan bahwa betapa sayang Allah SWT kepada hambaNya. Sudah seharusnya kita sebagai umat Muslim mentaati perintah Allah dan bersyukur atas nikmatNya.
Baca Juga: Tips Hijab Street Style, Jeny Tjahyawati: Tetap Ikut Pakem Syari(zhd)