Keutamaan Salat Tahajud, Raih Rida Allah hingga Jembatan Masuk Surga
Andi Muhammad
Rabu, 13 Juli 2022 - 19:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Pixabay.
Salat Tahajud merupakan salat sunnah yang paling utama setelah salat wajib lima waktu. Waktu pelaksanaan salat dapat dilakukan di sepertiga malam setelah bangun tidur, yakni seusai bakda Isya hingga sebelum terbitnya Fajar.
Salat Tahajud dilaksanakan dalam jumlah ganjil minimal satu rakaat, tiga rakaat, dan seterusnya. Salah satu keutamaan salat tahajud dapat mengantarkan seseorang ke tempat yang terpuji. Sebagaimana firman Allah:
"Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagaimana suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).
Baca Juga:Pasangan Tidak Taat kepada Allah, Bagaimana Cara Menegurnya?
1. Mendapatkan Rida Allah SWT
Orang-orang yang melaksanakan tahajud, mereka akan mendapatkan keridaan Allah SWT. Hatinya lebih tenang dan damai karena hidupnya bergantung kepada Allah. Seperti yang disampaikan oleh hadits berikut.
“Tiga orang yang diridai Allah SWT, yaitu orang yang pada tengah malam bangun dan salat, suatu kaum (jemaah) yang bershaf untuk salat, dan suatu kaum yang berbaris untuk perang di jalan Allah”(HR Abu Ya’la).
Salat Tahajud dilaksanakan dalam jumlah ganjil minimal satu rakaat, tiga rakaat, dan seterusnya. Salah satu keutamaan salat tahajud dapat mengantarkan seseorang ke tempat yang terpuji. Sebagaimana firman Allah:
"Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagaimana suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).
Baca Juga:Pasangan Tidak Taat kepada Allah, Bagaimana Cara Menegurnya?
1. Mendapatkan Rida Allah SWT
Orang-orang yang melaksanakan tahajud, mereka akan mendapatkan keridaan Allah SWT. Hatinya lebih tenang dan damai karena hidupnya bergantung kepada Allah. Seperti yang disampaikan oleh hadits berikut.
“Tiga orang yang diridai Allah SWT, yaitu orang yang pada tengah malam bangun dan salat, suatu kaum (jemaah) yang bershaf untuk salat, dan suatu kaum yang berbaris untuk perang di jalan Allah”(HR Abu Ya’la).