Kunjungan Wisatawan di Bali Bantu Pemulihan Ekonomi
Hasanah syakim
Kamis, 14 Juli 2022 - 11:40 WIB
Kunjungan wisatawan ke Bali membantu pemulihan ekonomi daerah (foto: Langit7/iStock)
Kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara di Pulau Bali dinilai membantu memulihkan perekonomin masyarakat setempat pascapandemi Covid-19.
Gubernur Bali, Wayan menyebutkan peningkatan jumlah wisatawan mulai terjadi per tanggal 10 Juli 2022, mencapai kurang lebih 28 ribu setiap harinya terdiri dari 20 ribu wisatawan domestik dan 8 ribu wisatawan mancanegara.
"Kalau wisatawan mancanegara itu baru kira-kira 30 persen dari situasi normal. Sebelum COVID-19 yang besarannya sehari itu bisa 30 ribu, sekarang baru 8 ribu,” ujar Wayan dikutip Kamis (14/7/2022).
Baca juga:Desa Wisata Sikasur, Padukan Budaya dan Potensi Alam yang Memukau
Menurut Wayan, pandemi juga memicu Bali untuk bertransformasi sehingga tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja.
"Di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi sebesar 9,31 persen karena terpuruknya sektor pariwisata yang menjadi andalan di provinsi tersebut," ungkapnya.
Wayan menyampaikan, sejalan dengan yang dialami saat ini karena pariwisata rentan terhadap faktor eksternal maka pihaknya sudah melakukan perubahan kebijakan, serta transformasi ekonomi dengan konsep ekonomi Kerthi Bali.
Gubernur Bali, Wayan menyebutkan peningkatan jumlah wisatawan mulai terjadi per tanggal 10 Juli 2022, mencapai kurang lebih 28 ribu setiap harinya terdiri dari 20 ribu wisatawan domestik dan 8 ribu wisatawan mancanegara.
"Kalau wisatawan mancanegara itu baru kira-kira 30 persen dari situasi normal. Sebelum COVID-19 yang besarannya sehari itu bisa 30 ribu, sekarang baru 8 ribu,” ujar Wayan dikutip Kamis (14/7/2022).
Baca juga:Desa Wisata Sikasur, Padukan Budaya dan Potensi Alam yang Memukau
Menurut Wayan, pandemi juga memicu Bali untuk bertransformasi sehingga tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata saja.
"Di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi sebesar 9,31 persen karena terpuruknya sektor pariwisata yang menjadi andalan di provinsi tersebut," ungkapnya.
Wayan menyampaikan, sejalan dengan yang dialami saat ini karena pariwisata rentan terhadap faktor eksternal maka pihaknya sudah melakukan perubahan kebijakan, serta transformasi ekonomi dengan konsep ekonomi Kerthi Bali.