Peluang dan Tantangan Pesantren Manfaatkan Teknologi Digital dalam Pembelajaran
Muhajirin
Selasa, 19 Juli 2022 - 21:10 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Kehadiran teknologi digital membawa dampak pada pola pendidikan pesantren serta pola relasi antara pesantren dan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Teknologi (IT) Pondok Pesantren Al Haromain Muara Enim, Sumatera Selatan, Yasser Azka Ulil Albab.
Menurutnya, teknologi informasi bisa membuat santri efisien dalam belajar dan mengakses informasi yang lebih luas. Selain itu, dunia digital menjadi sarana baru dalam memperoleh dan menyampaikan ide gagasan serta pendapat keagamaan.
“Tapi, tidak sedikit juga yang mengantisipasi hadirnya media di pesantren, karena media digital juga memiliki dampak negatif,” kata Yasser dalam webinar bertajuk Aktualisasi Santri dalam Menyongsong Literasi Digital di TVNU, Senin (18/7/2022).
Di antara dampak negatif media digital di pondok pesantren adalah mempengaruhi pola interaksi dan belajar para santri. Itu berdampak pada hilangnya sopan santun murid kepada guru.
Baca Juga: Pesantren Kreatif iHAQi, Ajari Santri Hadapi Tantangan Zaman
Pengaruh lain, media digital bisa menghilangkan tradisi muwajahah (tatap muka) dalam belajar, tradisi istimbat (mencari referensi) lewat kitab-kitab turots akan digantikan dengan tradisi googling dan face to screen (tradisi tatap layar).
Dampak negatif itu bisa diimbangi dengan menggalakkan literasi digital kepada santri. Ini menjadi tugas para pengasuh, mengingat perkembangan zaman terus berputar hanya dalam hitungan detik.
Menurutnya, teknologi informasi bisa membuat santri efisien dalam belajar dan mengakses informasi yang lebih luas. Selain itu, dunia digital menjadi sarana baru dalam memperoleh dan menyampaikan ide gagasan serta pendapat keagamaan.
“Tapi, tidak sedikit juga yang mengantisipasi hadirnya media di pesantren, karena media digital juga memiliki dampak negatif,” kata Yasser dalam webinar bertajuk Aktualisasi Santri dalam Menyongsong Literasi Digital di TVNU, Senin (18/7/2022).
Di antara dampak negatif media digital di pondok pesantren adalah mempengaruhi pola interaksi dan belajar para santri. Itu berdampak pada hilangnya sopan santun murid kepada guru.
Baca Juga: Pesantren Kreatif iHAQi, Ajari Santri Hadapi Tantangan Zaman
Pengaruh lain, media digital bisa menghilangkan tradisi muwajahah (tatap muka) dalam belajar, tradisi istimbat (mencari referensi) lewat kitab-kitab turots akan digantikan dengan tradisi googling dan face to screen (tradisi tatap layar).
Dampak negatif itu bisa diimbangi dengan menggalakkan literasi digital kepada santri. Ini menjadi tugas para pengasuh, mengingat perkembangan zaman terus berputar hanya dalam hitungan detik.